Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

NOVEL | ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Part 19 | intancahya.com

CERITA SEBELUMNYATaklama kemudian Alex datang lalu memasuki mobil. Ditancap gas mobil hingga mobilnya melaju kencang. Tertawa terbahak-bahaklah komplotan penculik anak itu.

NOVEL KELUARGA INTANCAHYA
anak berkebutuhan khusus part 19

CERITA KELUARGA PART 19- Setelah sampai perjalanan tiga kilometer. Komplotan penculik mengalami pecah ban. Terpaksa mereka harus berhenti ditepi jalan. Mereka tampak gusar. Tak ada rambu berhenti yang mereka bawa. Jalanan begitu sepi dan gelap. Dilengah aktivitas mereka mendongkrak ban mobil. Tiba-tiba bruuaaakkk.

Sebuah mobil avanza tak sengaja menabrak ketiga penculik hingga terluka parah dan tak sadar diri. Tak ada kendaraan lain yang lewat dijalanan sepi tersebut. Ternyata yang menabraknya ialah Baryono. Selingkuhan Marni itupun mengecek kedalam mobil. Memastikan tidak ada orang atau tidak karena ia hendak melarikan diri.

"Hah? Itukan Luluk? Anak Marni. Loh kenapa kok ada obat bius juga ya?. Ada senjata api juga? Siapa lagi ketiga orang ini? Jangan-jangan. Wah aku harus bawa Luluk pergi!" Baryono pun segera membawa Luluk pergi dari tempat tersebut setelah melakukan pengamatan.

baca juga : CERITA KELUARGA | IBU TIRI PEMUAS NAFSU BERSAMA | BAGIAN 1

Kembali pada sosok Andre yang mendatangi rumah Edwin dan Diffarina untuk mendapatkan pekerjaan.

"Permisi Pak. Boleh saya bertemu dengan Pak Edwin?" Tanya Andre pada pak Karto selaku saptam setelah memarkir motor bututnya diluar gerbang.

"Mohon maaf, Dengan siapa namanya dan ada perlu apa? Tanya Pak Karto balik.

"Perkenalkan, Saya Andre Pak. Saya ingin bertemu Pak Edwin untuk mencari pekerjaan." Jawab Andre.

"Mohon maaf Dek. Apakah sudah membuat janji dengan beliau sebelumnya?" Tanya Pak Karto.

"Wahh. Saya belum pernah berjumpa sebelumnya Pak. Saya hanya mendapatkan info dari Tuminah. Katanya Tuan Edwin itu kontraktor besar. Pasti butuh tenaga-tenaga kerja." Jawab Andre.

"Oh Tuminah yang jadi ART disini itu ya?" 

"Betul Pak. Semoga ada pekerjaan. Supaya saya bisa menghalalkan dia. Hehe." Kata Andre keceplosan.

"Loh. Adek ini pacarnya Tuminah?" Tanya Pak Karto terkejut karena banyaknya tato yang ada pada Andre. 

Andre mengangguk, "Betul Pak."

"Ya sudah. Bentar ya Dek. Tunggu disini dulu. Saya usahakan biar kamu bisa ketemu Pak Edwin." 

"Wah iya Pak. Terimakasih banyak."

baca juga : syair cinta | ya mulia, Desahan yang Tertahan

Pak Karto pun masuk kedalam rumah untuk memastikan apakah benar pria yang diluar tersebut ialah kekasih Tuminah. Kebetulan Tuminah sedang memotong bunga ditaman bersama dengan Ibu Hj Mardiyah yang mengaturnya.

"Assalamualaikum. Umi, Tuminah."

"Walaikumusalam Warahmatullahi wabarokatuh." Jawab Ibu Hj Mardiyah dan Tuminah serentak.

"Ada apa Pak Karto?" Tanya Ibu Hj Mardiyah yang lengah berkunjung kerumah anaknya.

"Maaf Umi. Saya ada perlu sama Tuminah. Begini loh Tum, Itu ada laki-laki bertato, Bertindik, Rambut pirang. Ngaku pacar kamu dan mau nyari pekerjaan ke tuan Edwin. Lah coba lihat apa benar kamu pacaran sama dia?" Ujar Pak Karto ragu.

"Ohh siapa maksudnya? Andre ya Pak? Iya dia pacar saya Pak. Hehe." Kata Tuminah cengar-cengir.

"Tadi juga saya sudah bilang tuan Edwin katanya ada lowongan bagian tukang bangunan. Jadi tinggal konfirmasi saja." Lanjut Tuminah.

"Ya Tuhan! Tuminah! Kena hati-hatilah kalau kenal lelaki tu! Laki pengangguran pun, Bertato, Bertindik, Macam mana kalau dia bukan laki-laki betul-betul? Ini Jakarta. Kau janganlah sikit-sikit mudah betul percaya sama orang." Cecar Ibu Hj Mardiyah.

"Mending sama Ujang aja Tum! Dia baik, Jujur, Pekerja keras. Ga nekoh-nekoh. Kami semua juga sudah kenal lama bahkan sama keluarganya juga udah akrab. Kan enak kalau sudah tau semuanya itu." Nasihat Pak Karto.

"Ihh." Kernyit Tuminah sebal mengingat sosok Ujang yang kerap jail dan menyebalkan baginya.

Brruuaaakkk. Terdengar sesuatu terjatuh dari tangga. Mereka semua terkejut. Hal tersebut disusul dengan suara tangisan Aldino.

"Hah. Hah. Aldino! Cucuku! Dimana dia? rupanya? Tadi disampingku!" Tanya Bu Hj Mardiyah panik.

"Jangan-jangan suara tadi Aldino jatuh. Haa!" Teriak Tuminah.

Mereka segera berlari kesumber suara. Sesampai disana ternyata sudah ada Edwin dan Diffarina. Juga Andre yang penuh darah dan berjalan pincang.

"Hah? Mas Andre kenapa Mas? Kenapa berdarah semua?" Ujar Tuminah sembari menitikkan air matanya dan berlari menuju Andre.

baca juga : SYAIR CINTA | kekasih, Desahan yang Tertahan

"Tadi itu Aldino lepas dari pengawasan. Dia panjat pagar lantai atas. Dia mereset. Untung ada dia Kakak ini yang menyelamatkan. Kalau tidak bisa-bisa fatal akibatnya." Jelas Diffarina sembari memeluk dan menenangkan Andre.

"Oh ya? Kamu kekasihnya Tuminah? Yang mau nyari pekerjaan? Tanya Edwin kepada Andre.

"Iya Pak. Maaf saya lancang masuk halaman rumah. Saya tadi lihat anak kecil ini bergelantungan dipagar atas. Akhirnya saya berinisiatif menjaga dan menolong." Jelas Andre 

"Bagus. Besok kamu sudah bisa bekerja ikut saya. Jam tujuh harus sudah ada disini ya! 

"Siap Pak."

baca juga : WAJIB TAU, 7 CARA AGAR UANG TIDAK DICURI TUYUL

Keadaan Mbok Nah diklinik dr Cantika makin parah. Terlebih saat Luluk dibawa kabur oleh suster gadungan itu.

"Ya Allah.. Dimana keberadaan cucuku? Lulukk! Tangisnya merengek-rengek.

"Lagian ibuk itu kok bisa-bisanya semudah itu percaya sama orang!" Bentak Marni.

"Lah Ibuk juga gak tau Mar. Kan dia dibawa sama suster. Masak aku ragu sama suster?" Mbok Nah membela diri.

Seluruh penghuni klinik gempar akan kehilangan Luluk. Tiba-tiba

"Assalamualaikum.." Ucap Baryono sambil menggendong Luluk ke klinik.

"Haahh?"


Bersambung ke cerita selanjutnya anak berkebutuhan khusus part 20