Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

CERITA KELUARGA | IBU TIRI PEMUAS NAFSU BERSAMA | BAGIAN 1 | intancahya.com

cerbug intancahya

CERBUNG
- Hujan rintik-rintik semalaman penuh mengguyur hingga pagi. Udara dingin menyelinap hingga kesumsum tulang. Mentari pun masih bersembunyi dibalik mendung hitam. Tak ada secercah kehangatan bagi Armandanu selain dari kehangatan pasangan barunya yang bernama Nilam. 

Pasangan beda usia tersebut melangsungkan pernikahan sirinya atas dasar pelunasan hutang. Almarhum suami Nilam telah meninggalkan hutang sebesar puluhan juta yang dipinjam dari Armandanu selaku bosnya. Namun Nilam tak mampu membayar sepeserpun sampai waktu yang ditentukan. 

baca juga : SYAIR CINTA | BALADA LUKA

Akhirnya Armandanu yang sedari awal terpesona akan kecantikan dan kemolekan Nilam. Memanfaatkan situasi ini untuk memiliki Nilam. Pria berusia empat puluh lima tahun itu berjanji akan menghapus hutang-hutang tersebut jika Nilam bersedia menjadi istrinya. 

Wanita muda yang terhimpit ekonomi itupun mengiyakan tawaran Armandanu. Meskipun usia mereka terpaut duapuluh lima tahun. Namun Nilam menjalankan kewajiban sebagai istri dengan sangat baik.

Dipagi yang dingin ini. Armandanu membawa pulang Nilam kerumah mewahnya. Setelah menghabiskan waktu diapartemen selama tiga bulan. Ia juga hendak dikenalkan kepada kedua putra Armandanu. Yakni Arya dan Ragil. 

"Selamat pagi anak-anak." Sapa Armandanu kepada Arya dan Ragil yang lengah makan dimeja makan.

Arya dan Ragil pun terbelalak melihat seorang wanita cantik nan muda yang digandeng oleh Papanya. Armandanu dan Nilam pun segera duduk berdampingan dimeja makan

baca juga : KISAH MISTERI PESUGIHAN TUYUL

"Pah. Siapa tu? Calon istri buat aku?" Tanya Ragil genit. 

Ragil yang berusia dua puluh tahun itu berkedip genit pada Nilam. Nilam hanya menunduk tersenyum.

"Eh. Bocil tau apa soal istri. Pasti ini calon mantu Papa yang Papa carikan buatku. Duapuluh lima tahun membujang akhirnya berakhir juga hehehe." Ujar Arya cengengesan.

"Sudah! Stop! Stop! Kalian itu apa-apaan sih! Tidak sopan! Pangil Mama Nilam. Dia ibu sambung kalian." Tegas Armandanu.

"Hah? Apa?" Kedua putra Armandanu pun terkejut dan saling melirik satu sama lain.

"Papa serius? Ibu sambung berarti dia istri Papa dong?" Tanya Arya heran.

"Iyalah! Papa sudah menikah siri. Jadi sudah halal secara agama untuk berkumpul satu rumah dan satu kamar." Jawab Armandanu.

"Kok masih seger begini sih Pa? Usia berapa memangnya Mama kita ini." Tanya Ragil sembari menggaruk kepalanya.

Nilam pun mengulurkan tangannya pada Ragil, "Perkenalkan saya Mama Nilam. Usia dua puluh dua tahun. Salam kenal ya." 

"Hah?" Seru Arya dan Ragil berbarengan.

Arya segera memisahkan tangan Ragil dan Nilam diganti dengan tangannya untuk berjabat tangan, "Perkenalan nama saya Arya Ma. Semoga kita bisa saling menyayangi ya Ma!"

"Iya Nak. Semoga saya bisa menjadi ibu sambung yang baik buat kalian." Tutur Nilam yang disambut dengan ekspresi kecut oleh kedua putra sambungnya.

Malam hari pun tiba. Hujan masih rintik-rintik menciptakan suasana dingin yang tak terkira. Terdengar suara erangan kenikmatan yang menggema dikamar Armandanu. Hal itu membuat kedua putranya menguping dengan hati yang berkecamuk. Mengingat rumah megah ini dibangun oleh Armandanu dan mendiang ibu mereka dengan susah payah. 

baca juga : novel anak berkebutuhan khusus 18

Ibu kandung mereka menemani ayahnya dari nol. Namun setelah kepergiannya untuk selamanya semudah itu diganti oleh wanita muda yang tidak ikut berjuang sama sekali. Kedua putra Armandanu berpikir bahwa Nilam adalah wanita matre dan gampangan. Yang mau menikahi pria berumur demi harta.

Namun disela-sela permainan ayah dan ibu sambungnya. Arya dan Ragil menelan ludah, Mereka begitu terpana dengan lekuk tubuh Nilam dan kulitnya yang putih mulus yang mereka intip dari lubang kunci pintu. Ditambah dengan suara desahan-desahan Nilam yang membangkitkan gairah kelelakian kedua putra Armandanu tersebut.

Tiga hari kemudian. Armandanu pamit berangkat keluar kota untuk urusan bisnisnya. Tinggallah Nilam sendiri ditemani dua putra sambungnya itu.

"Mama. Arya habis jatuh ditempat kuliah. Boleh minta tolong pijitin dong!" Kata Arya yang berpura-pura sakit terbaring dikasur.

"Loh kok bisa Nak? Sudah berobat belum?" Nilam yang panik pun segera membuka pintu kamar Arya.

"Aaaaaaaaaaaa ...," Teriak Nilam sambil menutup mata mendapati Arya yang hanya memakai celana dalam.

Arya pun segera menarik Nilam kedalam lalu menggunci pintu kamarnya. Nilam mencoba berlari keluar dengan ketakutan.

"Kemana sih Ma? Arya capek. Pijit! Arya seperti ini itu biar Mama mudah  mijitnya." Kata Arya sambil memegang pergelangan tangan Nilam. 

Nilam pun mengangguk lalu dipijitlah Arya. Arya pun memandangi tubuh ibu tirinya yang hanya mengenakan dress baju tidur pendek. Lekuk tubuh semakin terlihat jelas. Tangan Arya mulai nakal tak segan menjawil bagian tertentu dari tubuh Nilam yang sensitif.

"Aaaaaa" Teriak Nilam yang dengan sigap dibungkam oleh Arya.

"Diam kamu ya! Jangan sok polos! Jangan sok suci! Mustahil bagi wanita muda yang menikah dengan om-om kecuali duit. Iya kan? Sudah berapa banyak uang yang kamu terima dari Papa he? Tapi tak apa. Karena Papa sudah bayar kamu mahal. Berarti kamu boleh ngelayanin aku juga dong Ma!" Cecar Arya sembari menggerayangi tubuh Nilam.

Bulir bening mengalir dari pelupuk mata Nilam. Ia sama sekali tidak menyangka bakal diperlukan serendah itu oleh putra sambungnya. Tanpa basa-basi Arya melampiaskan hasrat biologisnya kepada Nilam. 

baca juga : syair cinta | semesta cinta

Nilam tidak merasakan apapun selain kenikmatan yang berpadu dengan kehancuran hati dan harga dirinya sebagai wanita. Dia ingin memberontak namun usahanya sia-sia. Tenaganya tak sebanding dengan kekuatan Arya yang gagah itu. 

"Brruuaaakkk" Pintu kamar Arya didobrak oleh Ragil hingga terbuka.

"F*ck!" Bentak Arya sembari menutup tubuhnya dan tubuh Nilam dengan selimut.

Ragil tersenyum kecut. Ia kembali menutup pintu dari dalam. Lalu tertawa cengingisan menuju Nilam.

"Hay Kak. Kenapa tidak bagi-bagi?" Tanya Ragil sama bejatnya.

"Budayakan antri f*ck!" Bentak Arya.

"Oh. Kau melupakan ini brother!" Ucap Ragil seraya membawa obat yang langsung dicekokkan ke Nilam dengan paksa.

"What it is?" Kernyit Arya.

"Obat perangsang." Tegas Ragil.

"Hahahaha. Its a good idea! Kamu pengalaman juga ya!" Ledek Arya.

"Ah .., Ah ..," Pekik Nilam merasakan meningkatnya hasrat seksual pada dirinya.

Obat pun bereaksi. Nilam tak mampu menahannya. Akhirnya permainan dua lawan satu oleh ibu tiri dan kedua putra sambungnya terjadi. Tubuh Nilam bagai dikoyak-koyak dua jantan yang ingin melahabnya mentah-mentah. 

Sesekali Arya mencekoki Nilam dengan obat perangsang tersebut. Sehingga Nilam secara refleks memberi respon yang tak kalah panas. Baik Arya maupun Ragil telah menanamkan benihnya dalam rahim Nilam. Tak lama kemudian Nilam tak sadarkan diri.

Setelah bangun. Ia mendapati pakaiannya berserakan. Seluruh tubuhnya basah terutama bagian kewanitaannya terasa amat ngilu dan penuh lendir kental. Nilam segera memungut pakaiannya lalu memakainya. Ia berjalan sedikit pincang karena kelelahan paskah berhubungan laknat tersebut.

Ia pun segera kekamar mandi. Mengguyur dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan shower. Tangisnya pecah, Membayangkan dosa yang menimpanya. Tanpa disadari Arya menyelonong masuk kamar mandi.

"Biar saya mandikan Ma. Saya sabunin sampai bersih. Soalnya aku sudah mengotori mu Ma." Ujar Arya seraya menyentuh bagian tubuh Nilam.

Plaakkk. Sebuah tamparan mendarat dipipi Arya. 

"Jaga sikap kamu ya! Kamu boleh tidak menyukai pilihan ayahmu karena menikah denganku! Tapi saya hidup bukan untuk dirudapaksa bagai binatang! Saya manusia! Apakah kamu tidak diajarkan bagaimana cara memanusiakan manusia?" Kecam Nilam.

baca juga : WASPADA 3 TEMPAT PESUGIHAN YANG HARUS DI KETAHUI? AGAR ANDA TIDAK TERJERUMU

"Ga usah bawa-bawa kemanusiaan sayang. Sudah menjadi rahasia umum perempuan, Mau menikah dengan lelaki berumur karena hartanya. Coba kalau Papaku miskin, Kamu mana mau? Oh ya cantik, Kalau kamu mau mencari penghasilan sampingan yang lebih besar. Kayaknya kamu cocok untuk menjadi pemain video dewasa Hahaha. Seperti ini." Ujar Arya sambil memutar video panas hasil hubungan biadabnya barusan,,,,,,.bersambung ke cerita selanjutnya klik disini