Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

ANDA HARUS TAU! ARWAH, ROH, JIWA, SUKMA DAN RAGA? - intancahya.com

By : Intan Cahya

TIPS -  Apakah orang yang sudah meninggal dunia dapat melihat kita, Apakah orang yang sudah meninggal dunia bisa mendatangi kita, Apakah orang yang meninggal bisa berkomunikasi dengan kita, dan lain-lain. 

Pertanyaan tersebut mewakili banyak orang yang penasaran tentang kehidupan orang yang sudah meninggal dunia. Sebelumnya mari kita simak beberapa dasar penjelasan berikut.

Apa yang dimaksud dengan Roh, Arwah, Jiwa, Sukma, dan Raga?

Didalam diri seorang manusia, Roh, Arwah, Jiwa, Sukma dan Raga merupakan sebuah hal yang berbeda namun tetap menjadi satu kesatuan.  Adapun pengertiannya yaitu :

ROH ialah Dzat ketuhanan yang terletak didalam diri masing-masing manusia (Dzat Maha hidup). Sehingga dengan adanya roh dalam diri manusia, Maka manusia tersebut bisa bernafas, Bergerak, Berbicara, dan lain sebagainya dalam menjalankan aktivitas kehidupan didunia.

ARWAH ialah istilah lain dari roh, Mempunyai makna yang sama.

JIWA ialah unsur kemanusiaan yang memiliki kehendak untuk memilih keputusannya sendiri. Dengan adanya jiwa dalam diri manusia, Maka manusia bisa menentukan pilihan hidupnya. Ingin menjadi dirinya yang seperti apa, Bagaimana, dan Berbuat apa. Jiwa meliputi pemikiran dan rasa.

SUKMA ialah wujud dari kesadaran dan kemampuan manusia untuk menjelajah berbagai alam tanpa terbatas ruang dan waktu. Sukma yang dimiliki manusia itu berbeda-beda tergantung kualitas pencapaian manusianya terhadap Tuhannya,  Bagaimana ia belajar mengenal dirinya serta berbagai ilmu dan berkah yang diturunkan orangtua atau leluhurnya.

RAGA ialah wadah tempat bersemayamnya roh, Jiwa dan sukma selama manusia masih hidup didunia. Raga bersifat sementara, alias bisa hancur , rusak, musnah tatkala manusia meninggal dunia.

Kata arwah itu sendiri telah mengalami pergeseran makna, Yakni kata arwah yang biasa disebut orang-orang itu merujuk pada jiwa. Contoh : Arwah gentayangan. Sebenarnya yang gentayangan itu jiwanya bukanlah arwahnya, yaitu jiwa yang belum sampai pada Penciptanya.  Arwah atau roh Ketika manusia meninggal dunia akan kembali kepada peciptanya karena sejatinya itu adalah dzat Tuhan.  

Oleh karena itu selama masih ada kesempatan hidup didunia hendaknya tidak hanya mempelajari ilmu ragawi atau materi, Tapi kita juga butuh belajar tentang ilmu bathiniyah, Ilmu Spritual dan Supranatural agar bisa menjadi manusia yang sempurna. Yang berbudhi luhur, Memayu hayuning bawana.


intancahya.com tips
ANDA HARUS TAU! ARWAH ROH JIWA SUKMA DAN RAGA? intancahya.com


Apakah Ruh Keluar dari Tubuh Saat Manusia Tertidur?

Saat manusia tertidur atau bahkan bermimpi. Raga dalam keadaan tertidur. Roh tetap berada didalam tubuh (Tidak akan keluar sebelum manusia meninggal). Sedangkan yang keluar dari tubuh ialah sukma. Sukma yang menjelajah kealam mimpi, Bisa sanggup kemanapun tanpa terikat ruang dan waktu. Sementara jiwa memiliki peran untuk menangkap sinyal kesadaran yang diberikan sukma lalu disampaikan pada raganya. Sehingga ia dapat mengingat, Merasakan dan berpikir lalu mengambil keputusan dari mimpi yang ia alami.

 

Apakah Orang yang Sudah Meninggal Bisa Melihat, Mendengar, Mendatangi dan Berkomunikasi dengan kita?

Ketika seorang manusia meninggal dunia, Maka disitulah ruh terlepas dari raganya. Ruh akan kembali kealam arwah (tempat berkumpulnya ruh-ruh). Sehingga raga tanpa ruh dapat diartikan sudah tidak ada lagi dzat Tuhan yang Maha Hidup. Alias raga tersebut sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Lalu sukma berperan untuk membimbing jiwa sesuai kemampuan dan kesadarannya masing-masing. Sukma yang telah mencapai kesadaran ilahi (ketuhanan) akan mampu mengarahkan jiwa manusia menuju Tuhannya. Akan tetapi sukma yang belum mencapai kesadaran ketuhanan tidaklah mampu mengarahkan jiwa kepada Tuhannya. Sehingga jiwa merasa kebingungan (biasanya disebut arwah gentayangan).

Sedangkan jiwalah yang mempertanggungjawabkan semua perbuatannya selama masih didunia. Jiwa pula yang dapat menuntut hak-haknya yang belum didapatkan selama hidup didunia.  Jiwa yang belum tenang bisa dikarenakan masih ada tanggung jawab atau janji-janji yang belum dia penuhi antar sesame makhluk. Atau dia masih memiliki dendam yang belum terbalas, Hak yang belum dipenuhi sehingga dia tidak langsung kembali pada Tuhan sebelum menyelesaikan urusannya.

Sedangkan jiwa yang tenang dia akan kembali pada Tuhannya dengan tenteram. Dia telah menyelesaikan segala tanggung jawabnya antar sesame makhluk. Dia telah mengenal Tuhannya, Dan mengikhlaskan semua yang ditakdirkan Tuhan terhadapnya. Sebenarnya orang yang telah meninggal dunia tidak meninggalkan kita. Hanya saja dia sudah berada dilain alam untuk fase kehidupan yang selanjutnya.

Tentunya mereka masih bisa melihat manusia, Masih bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia melalui mata batin.  Saat bertemu dengan manusia, Wujud mereka berbeda dari raganya. Ada yang tampak lebih cantik, Tampan, Muda, Ada juga yang sebaiknya. Tergantung dari amal perbuatan selama masih hidup didunia serta ketenangan dan kebahagiaan jiwanya disana.

Sebenarnya pertanyaan ini telah dijawab oleh banyak orang dari berbagai kalangan dengan pendapat yang berbeda-beda. Sejatinya kebenaran adalah mutlak milik Tuhan. Manusia hanya menafsirkan berdasarkan ilmu yang dia pelajari dan dia pahami. Sedangkan ilmu Tuhan sangatlah luas dan dalam. Sementara ilmu Tuhan yang mampu dipelajari masing masing manusia itu hanya laksana setetes air dilautan. Jadi segala perbedaan pendapat hendaknya dapat dimaklumi.

Demikian tulisan dari saya, Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Jika ada kekurangan dalam tulisan saya, Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani, Kekuatan lahir batin dan keselamatan dunia akhirat dalam naungan Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 BACA JUGA : KISAH MISTERI ARWAH KORBAN BEGAL MENCARI KEADILAN