Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

syair cinta | ya mulia, Desahan yang Tertahan | intancahya.com

syair cinta intan cahya ya mulia


karya : Intan Cahya


Ya mulia,

Diantero jagad raya ini adakah secuil tanah yang bisa kita gunakan untuk bercocok tanam.

Benih benih ini rasanya sesak bila terus beranyaman dengan keadaan 

Merajut asa yang tak selaras.

Luka kerap menelusup dalam daging.

Nyeri tak tertandingi. 


Ya mulia,

Aku bukan Dewi surga.

Yang sanggup mengabulkan semua pinta.

Setiap insan punya kepentingan.

Setiap insan punya persiasatan.

Aku menolak menjadi tumbal,

Sekalipun aku terlanjur terdampar dipengabdian.


Ya mulia,

Pandanglah dua bola dalam netraku.

Sungguh aku tiada berdusta.

Aku haus akan kebutuhan jiwa yang istimewa.

Laksana Raja dan Ratu berbulan madu.

Untuk bekal tidurmu,

Aku ingin mendesah merdu.

Namun itu hanyalah harapan semu.


Ya mulia,

Aku hanyalah desahan yang tertahan.

Sebagai tempat pembuangan ditengah malam.

Aku hanyalah desahan yang tertahan.

Yang menikmati erangan dalam bungkam.

Aku bermimpi disuatu hari.

Kita punya tempat indah yang berprivasi tinggi.

Hingga aku bebas mendesah tanpa membuat resah.