Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

NOVEL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PART 18 | intancahya.com

CERITA SEBELUMNYA - Prrrryyaaaangg. Marni melempar vas bunga kearah Joko. Joko pun menghindarinya hingga vas dari keramik tersebut jatuh pecah kelantai. Bruaakkkk pryyaaang. Joko melempar gelas yang berisi teh kearah Marni. Marni menghindari sehingga gelas tersebut menghantam pintu. Gelas pecah dan teh pun tumpah membasahi lantai. Adu mulut pun tak terelakkan.

CERBUNG ANAK ANAK EDUKASI
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PART 18


CERBUNG PART 18 - "Sudah sudah. Kalian ini kenapa sih kok ribut saja kalau bertemu. Ya Allah Nak, Ini klinik tempat umum. Malu sama yang lain!" Teriak Mbok Nah dengan nafas terengah-engah.

"Berhenti! Ada keributan apa ini?" Seorang sekuriti datang diikuti petugas kesehatan lain yang melerai.

Luluk terbangun dari tidurnya. Ia menangis menjerit-jerit ketakutan melihat pertengkaran orangtuanya lagi. dr Cantika yang sedang tugas malam, ikut hadir disana.

"Ada apa Ibu? Bapak? Kenapa kondisi kamar pasien jadi berantakan begini?" Tanya dr Cantika dengan kewibawaannya membuat Joko dan Marni segan.

"Ini dia Bu dokter. Suami kurang ajar, Sudah tidak pernah nafkahi. Selalu melakukan KDRT sama saya." Jawab Marni kesal.

"Kamu yang kurang ajar! Bilang KDRT padahal kamu yang ngelempar saya duluan pakai vas bunga itu. Mulut sama kenyataan berdeda C*k!" Geregat Joko.

"C*k ! Anj*ng! Kamu suami gak tau diri! Dah dibantuin kerja malah aku kau hina-hina! Ihhhh!" Seru Marni sembari hendak mengeroyok Joko.

Tak mau kalah Joko pun menangkis tangan Marni dan memelintir. Sontak Marni menendang kemaluan suaminya tersebut. Membuat Joko merunduk kesakitan. 

"Sudah! Cukup! Mohon maaf jika kalian terus membuat keributan. Jangan salahkan kami jika kami akan menyeret paksa kalian berdua keluar dari klinik ini!" Ancam seorang sekuriti.

"Gak usah! Saya bisa pulang sendiri!" Ujar Marni melangkah.

"Heh tunggu bodoh! Maksudmu apa? Aku kau suruh jaga ibukmu gitu? Males! Biar aku aja yang pergi, Kau yang jaga. Itukan ibumu!" Teriak Joko sambil berlari lalu dijambaklah rambut Marni sampai berhenti.

Marni pun membalas dengan pukulan. Suasana semakin tegang. Semua orang berusaha memisah mereka. 

baca juga : CERITA HOROR ARWAH KORBAN BEGAL MENCARI KEADILAN

"Heh! Mau kemana kalian? Kalian sudah membuat keributan sekaligus kerusakan di klinik saya. Bukannya minta maaf malah main pergi gitu saja. Saya menuntut ganti rugi. Kalau kalian kabur saya tidak segan akan melaporkan kalian kepada pihak yang berwajib!" Ujar dr Cantika dengan suara lantang.

"Mohon maaf Bapak atau Ibu semuanya. Atas keributan yang terjadi disini. Sehingga mengganggu istirahat anda semua. Dan untuk kalian berdua silahkan ikut saya keruangan saya kalau urusan ini mau diselesaikan secara kekeluargaan. Kalau tidak mau ya sudah. Saya akan mengambil jalur hukum!" Tukas dr Cantika lalu ia mengambil foto kamar pasien yang berantakan tersebut. Kemudian dia berjalan menuju ruanganya.

"Huuhh sial banget aku hari ini!" Gerutu Marni.

Mereka bertiga pun pergi menuju ruangan dr Cantika. Sementara Mbok Nah menangis bersama Luluk. Dan petugas kebersihan klinik membersihkan ruangan tersebut.

"Sudah Nek. Jangan terlalu dipikirin. Yang sabar ya. Cup cup buat adeknya diam ya. Nanti digondol hantu loh kalau nangis terus." Tenang seorang petugas kebersihan klinik.

Namun Luluk tak kunjung diam. Mbok Nah dibantu dengan petugas kesehatan yang lain untuk menenangkan Luluk, Tapi tangis Luluk tak kunjung mereda. Luluk justru mengamuk dan berguling-guling dilantai. Semua orang kewalahan dibuatnya. Akhirnya mereka semua putus asa juga. Para pasien dan penjaga lainnya hanya menyimpan uneg-uneg mereka dalam hati. Mereka pun kembali pada aktivitasnya masing-masing.

"Permisi. Biar saya bantu mengemong anak cantik ini. Boleh saya gendong dan saya bawa keluar jalan-jalan? Siapa tau bisa diam." Tanya seorang wanita yang berseragam perawat memasuki kamar inap Mbok Nah.

Mbok Nah yang saat itu sendiri merasa sangat lelah,

"Emm apa tidak merepotkan Bu Suster?" Tanya Mbok Nah merasa tidak enak. 

"Kenapa merasa begitu Mbah. Sebagai petugas disini sudah menjadi tanggung jawab saya untuk membantu pasien. Mbah beristirahatlah. Agar kesehatan lekas membaik. Sini biar saya ajak cucunya. Kebetulan saya sedang tidak sibuk." Jelas wanita tersebut.

Tanpa berpikir panjang, Mbok Nah menginyakan,

BACA JUGA ;  CERITA MISTIK CALON ISTRI DARI DUNIA LAIN

"Yaudah Bu Suster. Silahkan. Maaf anaknya nakal sekali. Maaf juga merepotkan. Sebentar lagi kalau Ibu dan Bapaknya sudah selesai menghadap Bu Dokter, Pasti segera diambil kok. Terimakasih Bu, Saya memang sangat lelah dan masih lemas."

Wanita itu dengan sigap menggendong Luluk. Lalu keluar dari kamar Mbok Nah. Sesampai dilorong yang sepi, Ia menyuntikkan obat bius hingga Luluk tak sadarkan diri.

Kemudian ia kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Serta mengganti pakaian Luluk dengan diselimuti jaket tebal yang menutup wajah Luluk. 

Wanita itu juga memasukkan pakaian perawat dan pakaian lama Luluk kedalam kresek. Dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi rekannya.

"Aku sudah dapatin anak. Suruh Alex turun bertanya-tanya sama saptam agar dia tidak memperhatikanku saat aku keluar bawa anak ini. Tunggu aku didepan pertigaan samping klinik dr Cantika. Cepat." Wanita itu tersenyum sinis. Saat dua rekannya mengiyakan instruksinya. 

Dia segera keluar kamar mandi membawa Luluk yang digendong seakan itu anaknya. Sementara Pak Saptam sedang sibuk menjawab pertanyaan dari rekan suster gadungan tersebut. Akhirnya wanita tersebut sukses membawa Luluk kedalam mobil. 

Taklama kemudian Alex datang lalu memasuki mobil. Ditancap gas mobil hingga mobilnya melaju kencang. Tertawa terbahak-bahaklah komplotan penculik anak itu.

Bersambung ke cerita selanjutnya anak berkebutuhan khusus part 19