Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

NOVEL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BEDA KASTA BEDA FASILITAS Part 01 - intancahya.com

Sinopsis : Cerita yang berjudul anak yang berkebutuhan khusus beda kasta beda fasilitas ini mencerita kan fenomena. Diantaranya yaitu Pada kehidupan jaman sekarang. Saat orang tua sibuk mencari materi. Sementara tugas merawat anak yang merupakan amanah dari tuhan justru dibebankan kepada kakek neneknya.

Kemudian cerita ini mengusung kehidupan anak berkebutuhan khusus dari  keluarga tak mampu dan anak berkebutuhan khusus dari keluarga kaya raya.anak berkebutuhan khusus dari keluarga tidak mampu sulit keluar dari situasi tersebut dibandingkan dengan anak berkebutuhan khusus dari keluarga kaya. Sebab latar belakang pemahaman orang tua,lingkungan,dan fasulitas yang berbeda

Part satu

CERITA KEHIDUPAN - "Luluk .. Ya Tuhan, Ngompol lagi, Ngompol lagi!"

Teriak Marni pada putrinya yang masih berusia 3 tahun memecahkan suasana dipagi hari. Ibu muda berusia 19 tahun tersebut tampak gusar membersihkan tempat tidur bekas ompol putrinya. Dia telah menutup kedua lubang hidungnya, Namun Karena tidak tahan dengan baunya yang menyengat.Dia memutuskan berhenti.

 

 

novel kisah realita kehidupan
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BEDA KASTA BEDA FASILITAS

 

"Plak.. Plak.. !". Pukul Marni pada putrinya yang masih terlelap.

"Bangun bodoh! Bangun! Kamu ngompol!". Omel Marni sambil membangunkan puterinya dengan kasar. 

"Huuuuhuuuuhuuuuu ... Hu....." Puteri kecilnya pun menangis histeris.

Mungkin dia juga kaget bukan main. Bangun tidur bukannya disapa dengan penuh kasih sayang melainkan dihantam dengan pukulan-pukulan beserta omelannya. 

"Diam!! Ayo bangun dari situ!! Pergi kekamar mandi!!". Bentaknya lagi.Gadis kecil bernama Luluk itu bukannya diam malah menangis menjadi. Marni pun semakin tersulut amarahnya.

"Luluk!! Mama bilang bangun! Ayo berdiri!"."Huuhuhuuuuu aauuu". Rupanya Luluk masih tidak paham maksud dari mamanya, Dia hanya berfokus pada rasa sakit dan kekasaran Marni yang membuat hati kecilnya terluka.

Diluar rumah kayu tempat mereka tinggal, Para tetangga pun pada membicarakan perlakuan si Marni pada anaknya

Baca juga : NOVEL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BEDA KASTA BEDA FASILITAS Part 09

"Amit amit ya Bu ibu. Si Marni baru ditinggal Mbok Nah pergi ke pasar sebentar saja sudah heboh ngurusin anak". Kata Bu Lastri.

"Iya tuh, Si Marni itu. Dandanannya saja kayak biduan. Anaknya gak pernah diurusin. Apa2 diserahkan sama Mbok Nah. Kasian sama Mbok Nah, Sudah tua masih saja dibebani cucu". Bu Paini menimpali.

"Biasah. Anak sekarang tu nakal. Dulu waktu dia kecil. Orang tuanya sudah susah payah merawat dirinya. Sekarang dia sudah besar, Eh orangtuanya disuruh merawat anaknya pula. Emang jadi orang tua gak ada istirahatnya apa?". Ujar Mak Iyem.

"Hidihh kalau saya ya ogah Bu ibu ngerawat cucu. Kita jadi orang tua cukup menafkahi, Memberikan pendidikan, Sampai menikahkan. Sesudah menikah tanggung jawab masing-masing. Lebih baik saya jualan sayur kayak gini daripada jadi babunya anak". Sahut Mak Rom yang berjualan sayur.

"Ya Allah Mak Rom, Gak semua orang yang seusia kita bisa nyari duit sendiri. Kayak saya dan suami gini, Makan ikut anak. Kebutuhan dari anak. Sekarang anak saya sama mantu saya kerja, Terpaksalah aku yang bantu merawat cucuku. Tapi mereka royal sekali lho kalau sama aku. Satu bulan saja aku dikasih anakku tiga juta, Belum dari menantuku dua juta. Kan lumayan. Itu belum uang belanja. Uang listrik". Cerita Mak Sundari bikin para ibu ibu melongo.

Dia pun menggendong cucunya sambil menampakkan rentetan cincin emas dan gelang emas yang dipakai ditangannya.

"Wah percaya. Makanya Mak Sundari sudah seperti Toko emas Wahyu Tedjo wkwkwk". Canda Bu Paini.

"Oh kalau itu mungkin masih simbiosis mutualisme ya. Kalau punya anak kayak si Marni ya apes. Ngasih duit kagak. Ngurus pekerjaan rumah males.

Ikut numpang makan iya. Nyuruh jadi baby sister gratisan iya. Remuk remuk tuh jadi Mbok Nah". Seru Bu Lastri.

"Itu namanya kerja rodi hahaha". Timpal Mak Iyem

."Kalau aku punya anak kayak si Marni mending tak tukar tambah sama Cempe (anak kambing) . Lumayan dikasih makan, Dirawat, Pas Idhul Adha dijual mahal. Daripada punya anak wujud manusia tapi tidak berperikemanusiaan. Masak ibunya dijadikan..."

"Stop.. Stop .. Mashaallah pagi sudah menggosip. Istighfar". Potong Bi Asih . Dia baru pulang dari rumah majikannya.

"Eh Bu Asih kita itu tidak menggosip. Kita itu berbicara soal Fanta". Sahut Mak Rom.

"Fakta , Fakta, " Bantah Bu Paini.

"Cerewet ! Beda satu hurup saja". Gerutu Mak Rom.

"Gini lho Bu Asih. Kita2 tidak bermaksud menggunjing keponakanmu sing ayu lan modis itu, Tapi coba dengerin lah bocah yang lagi nangis ini.

Terus suara Mak e kayak kucing kerah." Kata Mak Iyem.

"Loh . Ini suara tangisan Lulu terus Marni ini ngamukin siapa?".

"Helehh Asih.. Asih.. ketinggalan kereta. Mangkanya kerasan amat dirumah majikan, Sampai gak tau drama kehidupan ponakanmu yang penuh pro dan kontra itu. Dah itu loh keponakanmu marahin anaknya. Anak masih sekecil itu dimarahin ya mana paham.Dengerin tuh kayak orang kesurupan". Cerocos Mak Rom.

Sontak Bi Asih berlari menuju rumah kontrakan Marni. Tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk.

"Ya Allah Marni. Kamu apakan anakmu itu, YA Allah...".

cerita selanjutnya baca disini

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BEDA KASTA BEDA FASILITAS part 2



KARYA : INTAN CAHYA