Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

SYAIR CINTA | KERETA SENJA

INTANCAHYA SYAIR CINTA

KARYA : INTANCAHYA


Kereta senja bawalah daku pulang. 

Aku laksana daun kering yang tertiup angin.

Sebab mahligai cintaku telah hilang ditelan gelapnya malam.

Harapanku telah hangus laksana percikan api yang dilahap derasnya hujan.


Kereta senja kuingin bercerita.

Rembulan malam yang dulu dipuja karena segenap kecantikan.

Kini sirna tertutup awan hitam.

Alunan seruling merdu disetiap senja.

Kini berganti dengan suara menggelegar halilintar.


Kereta senja biarlah aku bersandar disini.

Meski dingin menusuk relung hati.

Membekukan dinding jiwaku.

Sebab tragedi demi tragedi yang mengahantui.

Aku titipkan sepenggal syair tak berarti ini dalam peristiwamu.


Kereta senja

Bila hari ini adalah hari terakhirku.

Maka aku dalam perjuangan terakhir .

Yaitu perjuangan melupakan orang yang teramat kucintai.

Sebab aku tidak lagi memberikan dia kebahagiaan.

Sebagaimana kebahagiaan yang ia harapkan.

Meskipun aku tau,

Bahwa hari ini akan menjadi awal titik rindu yang tak bertepi.


baca juga :