Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

SYAIR CINTA | KEPERGIAN KERETA SENJA 1981 | intancahya.com

syair puisi cinta intancahya


Dinda,

Serasa baru kemarin aku menulis surat cintaku untukmu ..

Serasa baru kemarin engkau tersipu malu membacanya ..

Serasa baru kemarin alunan serulingku mengundang senyum simpul diwajahmu ..

Serasa baru kemarin kita nikmati pesona senja ..

Diujung pematang sawah nan hijau.

Dibawah pohon waru yang berbentuk hati.

Disaksikan mentari tenggelam.

Ditiup angin yang berhembus mesra.

Sungguh aku tak kuasa mengingatnya.


Dinda,

Cintamu suci namun terenggut oleh keangkuhan dunia.

Engkau dibuang dari puncak menara kehidupan.

Hanya karena memilih cintaku yang lapuk.

Yang kini berkarat hanya karena deras hujan.


Dinda 

Tak sedetikpun aku bisa bebas dari rasa bersalahku.

Engkau memperjuangkan perjalanan cinta tanpa gentar. 

Tapi dermaga cintaku begitu lemah dan goyah.

Hanya karena menginginkan pelabuhan cinta yang sempurna bagi lelaki.


Dindaku.

Tak ada lagi keindahanmu yang hadir dalam kerasnya hari-hariku.

Tak ada lagi pengobat lelahku.

Tak ada lagi bidadari duniaku.

Bersama kereta senja engkau pergi .

Meninggalkan penyesalanku sebesar Gunung Payung.

Kesedihanku terus mengalir sepanjang aliran Sungai Serayu.


Dindaku.

Mungkin aku terlalu mencintaimu.

Atau engkau yang terlalu mencintaiku.

Aku mendewikanmu ..

Engkau mendewakanku ..

Sedang aku lalai bahwa segala mawadah ini.

Adalah anugerah dari Maha Cinta 

Seharusnya hanyalah Dia yang pantas kita Esa-kan


Karya : intancahya