Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

KISAH MISTERI BANGKU TUA 2 | intancahya.com


"Jangan begitulah Dik. Kasihan Naura. Ngapain kamu dengarkan omonongan ibuk, Adek sama Mbak? Toh mereka juga parasit sama aku. Suka ikut campur masalah keuanganku. Ujung-ujungnya juga minta-minta gak jelas gitu. Kita jadi orang yang tegas. Biarlah kita rayakan ulang tahun Naura. Aku menerima kamu juga anakmu!"

cerita horor intancahya


CERITA MISTIS BAGIAN 2

"Tapi orangtua dan saudaramu tidak menerimaku Mas, Apalagi anakku! Nggak mas, Enggak akan ada ultah Naura! Daripada bikin masalah! Aku udah capek tinggal berdekatan seperti dengan mereka. Melahirkan pun dijulidin terus sama mereka. Aku capek Mas! Capek! Huhuhuuuuhuuuuuu!" Bantah Nadev dengan menangis.

Tanpa sepenggal kata pun Naura pergi tanpa pamit dari rumah tersebut. Ia lanjut naik bis untuk perjalanan pulang kerumah neneknya. Sesampai dirumah susun, Tampak Nenek Bieda mengomel,

"Heh! Anak gadis jam segini baru pulang! Darimana saja kamu?"

Naura tidak menjawab. Ia langsung menumpahkan air matanya diatas bantal ditempat tidurnya. Sementara Nenek Bieda terus mengikutinya dan mengomel.

"Ditanya tidak menjawab! Punya telinga nggak kamu! Kamu seharian belum makan! Ayo makan!" Seru Nenek Bieda. 

Nenek Bieda pun mendengar isak tangis Naura. 

"Naura! Cucu macam apa kamu! Ditanya neneknya tak menjawab!" Desak Nenek Bieda sembari menggedor-gedor pintu.

"Diam Nek! Jangan tanya aku darimana! Aku dari orangtuaku! Tapi mereka sudah melupakan aku! Mereka sudah sibuk dengan keluarganya yang baru!" Bentak Naura kemudian melanjutkan menangis.

Nenek Bieda langsung terdiam. Tak terhingga rasa kasihannya pada sang cucu. Bahkan diusianya yang senja ia masih berusaha bekerja dengan berjualan sayur. Demi tercukupinya kebutuhan dirinya dan cucunya. Sebab tidak ada lagi yang memperdulikannya.

"Makanlah Cu! Nenek sudah bersusah payah mencari uang lalu memasakanmu. Cuma ingin kamu makan dan hidup sehat. Kalau orang tuamu tak peduli ya biarlah. Setidaknya aku masih memperdulikanmu walaupun seperti ini adanya." Bujuk Nenek Bieda menitikkan air mata.

"Maaf Nek. Naura tidak berselera makan!"

Satu Minggu kemudian. Naura berjumpa dengan cowok seusianya. Yakni Nino, Cowok tampan tersebut merupakan putra semata wayang dari pengusaha kaya raya. 

Rupanya Nino telah jatuh hati pada kecantikan Naura. Sehingga keduanya berpacaran. Kedua orang tua Nino juga orang yang sibuk dalam bisnis. Sehingga jarang memperhatikan Nino. 

Akhirnya kedua anak yang kurang kasih sayang bertemu. Menjalin kasih yang melawan aral, Memudarkan nilai-nilai norma kehidupan, Hingga kemesraan layaknya pasangan suami istri pun terjalin. 

Semenjak berpacaran dengan Nino. Kehidupan Naura menjadi lebih berwarna. Nino dengan royal membelikan Naura baju-baju bagus, Skincare, Handphone, dan barang-barang mewah lainnya termasuk uang jajan yang banyak. 

Mengingat Nino hanya diberi uang melimpah tanpa diperhatikan. Sehingga Naura pun jadi pelampiasan kesepian Nino. Tepat dimalam ulang tahun Naura. Mereka berkencan kepuncak. Serta membangun tenda untuk camping berdua. 

Tak sengaja Nino bertemu dengan kawan-kawannya. Mereka berbincang-bincang. Kemudian Nino izin kedalam tenda untuk menghabiskan waktu bersama Naura. Desahan demi desahan orang bercinta membangkitkan gairah ketiga kawan Nino.

"Nin, Kamu tidak bagi-bagi nih sama kita?" Tanya salahsatu kawan Nino.

Naura mulai risih dengan sikap kawan-kawan Nino. Ternyata diluar dugaan. Nino meninggalkan Naura yang belum memakai pakaiannya kembali.

"Sudah. Aku sudah puas. Kalian pakai saja kalau mau." Ujar Nino pada kawan-kawannya.

Sontak ketiga kawannya yang berada dibawah pengaruh minuman keras langsung menancap gas dalam menyetubuhi Naura. Naura dengan sekuat tenaga mengelak, Berteriak dan memberontak. Tapi ketiga lelaki itu sudah spontan merudapaksa. Hingga Naura tak sadarkan diri.

Keesokan harinya, Naura ditemukan oleh warga. Nino dan kawan-kawannya telah meninggalkan Naura tanpa benang sehelai pun. Kejadian ini menjadi viral. Namun bukannya simpati yang Naura dapatkan. Ia justru dibully dan digunjing oleh orang-orang sekolah. 

Ia terus disudutkan. Bahkan kedua orangtuanya pun menyalahkannya atas pergaulan bebasnya. Nenek Bieda terus menerus menangis merutuki kegagalannya mendidik cucu. Naura takut mengaku tentang siapa pelaku yang telah merudapaksanya. 

Ia hanya menyimpan peristiwa pahit tersebut sendirian. Di malam tahun ajaran baru, Sekolah mengadakan PERSAMI dalam satu malam. Beberapa siswi baru yaitu Alisa, Ervi dan Riris merupakan peserta PERSAMI yang dirawat di UKS. Namun mereka hanya berpura-pura sakit agar terhindar dari kegiatan. 

Saat para pembina lengah sibuk, Mereka bertiga justru asyik video call dengan pacar masing-masing. Alisa merupakan pacar baru Nino setelah mencampakkan Naura. 

Tiba-tiba mereka mendengar suara tangisan serta seorang yang menggedor-gedor bangku dari ruang kelas kosong. Yang berjarak tiga meter dari ruang UKS.

"Ihh kira-kira siapa sih yang nangis disana? Serem amat." Tanya Riris pada kedua temannya.

"Huhuhuuuuhuuuuuu.. Ninooo.. Ninoo..." Suara tangisan tersebut menggema memanggil nama Nino.

"Hah? Apa? Dia memanggil Nino?" Tanya Ervi balik dengan curiga.

"Iya nih, Dia menangis sambil nyebut-nyebut Nino. Jangan jangan dia selingkuhan Nino pacarku. Wah gak bisa dibiarkan ini!" Ujar Alisa yang terbakar cemburu buta.

"Aku harus samperin!" Lanjutnya sambil berlari menuju sumber suara.

"Eh Sa! Eh Sa! Tunggu! Mana mungkin ada orang didalam sana! Itukan ruang kelas kosong! Saa...!" Teriak Ervi namun tidak digubris oleh Alisa.

"Eh kita kejar Alisa, Jangan sampai terjadi baku hantam sama selingkuhan Nino. Tau Nino itu playboy ya masih mau aja!" Seru Riris menyusul Alysa.

"Tapi itukan ruang kelas..."

"Aaaaaaaaaaaa aaaaaaaa ....," Teriak Alisa.

Sontak membuat kedua temannya lari tunggang langgang mendekatinya.

Tiba-tiba mereka dibuat tercengang oleh bangku yang melayang sendiri. Sosok berseragam menangis tampak dengan wajah penuh darah. Ukurannya dari sepadan dengan mereka berubah menjadi lebih besar secara berkala hingga semakin membesar. Alisa pun pingsan. Ervi bergidik ketakutan hingga kencing sambil berdiri. Sementara Riris telah kesurupan sambil berteriak-teriak minta tolong.

Mendengar kegaduhan dibelakang sekolah. Semua orang pun berlari menuju sana. Dan memperhatikan dengan seksama. 

"Hihihiihihiii.. Aku telah diperkosa! Oleh Nino, Fernando, Ari, dan Farid dengan keji! Aku telah disia-siakan oleh orang tuaku! Jika kalian dulu tak memperdulikan aku! Maka sekarang, Perdulilah dengan jasadku untuk yang terakhir kali Hihihiiii." Ujar jiwa yang merasuki Riris.

Kemudian Pak Amirul datang, Guru pendidikan agama tersebut segera mengusir jiwa gentayangan tersebut dari tubuh Riris. Lalu mereka bertiga segera ditolong oleh rekan PMR. 

Dilanjutkan dengan ditemukannya bau busuk yang menyengat bersumber dari ruang kelas kosong. Ternyata bau busuk tersebut bersumber dari siswi berseragam dengan berlumur darah dan terbujur kaku diatas bangku tua. Wajahnya pucat dan membiru, Sekujur telah tubuhnya dikerubungi semut merah karena sudah tak bernyawa. 

Semua orang tau, Bahwa itu adalah Naura. Siswi yang menginjak kelas XI yang kemarin viral. Rupanya Naura mengalami depresi berat atas apa yang menimpanya sehingga ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. 

Berdasarkan buku harian korban, Peristiwa kesurupannya Riris, Serta kontak masuk ponsel korban. Nino dan kawan-kawannya terbukti bersalah. Pihak kepolisian telah tiba dilokasi kemudian meringkus pelaku pemerkosaan. 

Dibalik pelaku yang bersalah, Ada dua yang ingsan bersalah kini merasakan penyesalan tak berujung. Mereka tak lain adalah kedua orangtua kandung Naura. Andai waktu bisa diputar, Mereka memilih untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka demi Naura.


BACA JUGA :