Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

SYAIR CINTA | BUDAK NAFSU BERTOPENG RATU

SYAIR CINTA intancahya
puisi cinta


KARYA : INTAN CAHYA


Tuhan. Lebih baik aku memulai kehidupan baru tanpa siapapun selain anak yang Engkau titipkan padaku. 

Memulai semuanya dari nol meskipun tertatih. 

Meskipun raga ini merintih kelelahan.

Dihadang kehausan dan kelaparan.

Berteman dengan kepanasan dikala siang.

Berselimut dengan kedinginan dikala malam.

Mungkin itu lebih baik. 

Daripada aku hidup diistana yang megah.

Namun hakikatnya hanyalah budak nafsu yang bertopeng ratu. 

Ibarat aku adalah boneka yang dipermainkan oleh para tuannya. 


Tuhan. Aku pernah hidup susah disaat dinikahi lelaki yang miskin harta. 

Namun nyatanya dinikahi lelaki mapan pun tak menjamin kebahagiaan. 

Sebab lelaki yang mapan itu menganggap kesuksesannya adalah Tuhannya.

Sukses ialah tuhan yang didapatkannya dengan susah payah. 

Dan orang-orang yang menemani dia dari nol adalah nabinya. 

Sehingga meskipun mereka berbuat salah tapi lelaki itu mutlak membenarkan.

Sementara istri yang baru dinikahinya tak berarti apa-apa selain menjadi alat untuk membahagiakan dirinya dan orang-orang yang menemaninya sejak dulu. 

Aku hanyalah umat pengikut, Yang harus tunduk dan menurut. 

Karena aku hadir disaat dia sudah berjaya.

Aku tak ikut menderita. 

Jadi wajar bila aku harus mengalah bersimpuh tanah.

Membiarkan orang-orang yang menemaninya dari nol menginjakku hingga ke inti bumi. 

Karena mereka sudah menemani masa susahnya. 

Jadi tiba saatnya mereka bebas menari tak peduli benar salah. 

Halal bagi mereka semena-mena pada hamba yang baru datang tinggal ikut menikmati kesuksesan.


Tuhan. Bila nestapaku membawa karma.

Maka aku ingin karma itu berubah menjadi buah cinta yang mulia. 

Tak menghantam bagai badai.

Tapi menenangkan jiwa bagai dzatMu.


Syair ini di ambil dari kutipan dari kisah