Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

NOVEL ANAK BERKEBUTUHAN KSUSUS PART 17 | intancahya.com

CERITA SEBELUMNYA - "Sialan!" Marni pun berusaha turun melalui sebuah pohon yang berhimpitan dengan teras tingkat hotel. Dia turun perlahan-lahan hingga sampai tiga meter diatas tanah.

"Aaaaa !!!" 

Brruuaaakkk.

CERITA KELUARGA intancahya
 ANAK BERKEBUTUHAN KSUSUS PART 17

CERITA KELUARGA PART 17 - Marni pun terpeleset ketika sampai tiga meter di atas permukaan tanah. Menyebabkan roknya sobek serta beberapa luka di bagian tubuhnya. Untungnya tidak ada yang melihat, Jadi dia bisa langsung kabur dari razia petugas. Dia berjalan pincang pincang karena kakinya yang terkilir, sesampai di jalan raya dia pun naik angkot agar sampai ke tempat tujuan yakni klinik dokter Cantika. 

Mengingat barusan suaminya bilang akan segera pulang dan menunggunya di sana. Perjalanan untuk sampai ke klinik memakan waktu yang lama. Sebab angkot yang dinaikinya berhenti terlebih dahulu untuk menunggu orang yang hendak naik sampai angkot penuh. 

Belum lagi angkot yang dinaiki Marni mengalami ban bocor hingga dia harus oper. Perasaan marah dan gusar menguasai Marni. Iya jengkel terhadap kesialan demi kesialan yang ia hadapi. Akhirnya marni sampai di klinik dokter Cantika pukul sebelas malam. Dilihatnya suaminya sudah ada di ana menunggu Mbok Nah. 

"Loh loh. Kenapa Dek kok jalannya seperti bebek pincang begitu?" Tanya Joko.

"Terus kenapa kamu tidak memakai sandal? Bajumu sobek dan luka-luka seperti habis jatuh?" Joko pun bertanya dengan panik.

"Aku habis diserempet orang terus orangnya kabur gitu aja. Jadinya nggak ada yang bertanggung jawab. Mangkanya aku pulang telat tambah nomor WA ku tidak aktif. Aduh rasanya sakit semua badanku!" Marni pun berbohong berpura-pura sakit untuk mengelabuhi Joko.

Mendengar penjelasan Marni, Joko sedikit naik pitam,

baca juga : KISAH MISTERI DENDAM BAYI BAJANG 

"Sialan! Siapa yang berani serempet lari istriku yang cantik ini? Coba saja aku tahu orangnya, sudah aku habisi!

Mbok Nah yang masih lemas pun kaget mendengar kalau Marni habis terjatuh,

"Ya Tuhan, Ya Pengeran, Habis jatuh to Marni? Kamu tidak apa-apa? Kalau sakit tidak usah dipaksa menjagaku. Kamu istirahat dulu!" 

"Loh? Kok suruh istirahat sih Bu? Saya juga baru pulang kerja nih, Habis itu jagain Luluk yang tingkahnya amit-amit. Kalo Marni baru datang langsung disuruh tidur, Enak dong!" protes Joko.

"Heh curut! Nggak lihat badanku luka semua ini? Aku juga habis kerja! Demi bantu kamu yang penghasilannya jauh dari kata layak! Kalau nggak aku bantu kita semua makan apa? Kamu juga sering nganggurnya. Sudahlah pokoknya kamu jaga dulu aku mau istirahat." Cerocos Marni.

"Uang terus! Luka dikit saja! Manja! Hmm" Gerutu Joko.

"Buk. Ibuk gak apa-apa kan? Ngapain pakek sakit segala? Marni jadi khawatir. Pasti kebanyakan mikir. Mangkanya pikiran itu dikondisikan!" Kata Marni cemas.

"Enggak Ibuk gak mikir apa-apa. Cuma kangen Luluk. Kamu kalau pergi kemana-mana ajak serta Mar anakmu. Jangan ditinggal dirumah sendirian. Kasihan kalau ada apa-apa." Nasihat Mbok Nah.

"Heleh Buk. Ntar kalau aku titipin Ibuk ya dibilangnya aku memperbudak orang tua!" Bantah Marni.

"Ya Ga apa-apa Mar. Kalau kamu kerja titipin Ibu." Ujar Mbok Nah.

"Iya, Betul itu Dek. Gapapa Ibuk sudah ga bisa cari duit. Makan juga ikut kita. Wajar kalau dia bantu ngerawat anak kita." Tutur Joko.

"Kalau kamu lagi kerja, Biar ibu yang rawat. Kalau kamu pergi main atau jalan-jalan ya ajak serta anakmu Mar. Biar dia ikut senang. Bukan dititipin terus-menerus. Kasihan Luluk dia juga butuh kasih sayang orang tua." Tutur Mbok Nah 

baca juga : CERITA MISTERI TERSANTETNYA WANITA PENGGODA SUAMIKU 

"Aduh Buk! Ngajak Luluk itu malu-maluin, Gak bisa diem, Aneh-aneh kelakuannya. Kadang kalau nangis, Kumat itu kayak orang kesurupan. Ya Marni malu lah Buk ngajak. Bandelnya itu loh entar dihujat orang anakku gak waras malah aku yang sakit hati dan emosi. Kalau dipikir-pikir ya emang gak salah yang ngomong. Tapi sapa mau punya anak kayak gitu!" Jelas Marni.

"Betul Buk! Susah sekali ngemong Luluk itu. Perasaan waktu aku kecil gak senakal itu. Pasti nurun dari Marni ya barbar gitu!" Ucap Joko meledek.

Marni pun melotot.

"Eh! Mana ada aku kayak gitu. Yang ada kamu itu melahirkan bibit yang gak berkualitas. Nyesel aku punya anak dari kamu. Gak jelas!"

"Biasa saja kalau ngomong! Dibercandain gitu aja ngegas! Benar berarti Luluk itu agak gak waras nurun kamu! Aku juga nyesel dapat kamu sudah bekas orang! Perawan rasa janda!" Balas Joko.

Prrrryyaaaangg. Marni melempar vas bunga kearah Joko. Joko pun menghindarinya hingga vas dari keramik tersebut jatuh pecah kelantai. Bruaakkkk pryyaaang. Joko melempar gelas yang berisi teh kearah Marni. Marni menghindari sehingga gelas tersebut menghantam pintu. Gelas pecah dan teh pun tumpah membasahi lantai. Adu mulut pun tak terelakkan. bersambung ke cerita selanjutnya

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PART 18