Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

NOVEL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PART 16 | intancahya.com

NOVEL KELUARGA INTANCAHYA
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS 16


CERITA SEBELUMNYA - Mereka pun berjalan menuju kamar pasien tersebut. Yang tak lain adalah Mbok Nah, Nenek Luluk. Baik Luluk maupun Mbok Nah tak pernah menyangka bahwa mereka bisa berjumpa dihari ini.

"Nah, Itu baru calon istri idaman. Suka bantu orang. Biarpun gak bisa nyumbang uang setidaknya kita punya waktu buat memperhatikan." Puji Andre pada Tuminah.

Sesampai didepan kamar. Tuminah mengucap salam, Kemudian masuk.
 
"Emmmbaaaahhhhhh ...,"  Teriak Luluk sambil berlari menuju Mbok Nah.


CERITA INSPIRASI - "Cucuku! Luluk .., Ini benar kamu Nak?" Mbok Nah mencoba duduk sekuat tenaga.

Luluk pun merangkak naik merangkul Mbok Nah. Tangis keduanya pecah. Rindu perlahan terobati. Luka karena keadaan tak bisa dipungkiri. Sementara Andre dan Tuminah memandang bingung.

"Mohon maaf Nek. Nenek kenal dengan anak yang bernama Luluk ini?" Tanya Andre.

"Ini cucu saya Nak. Dia diajak ibunya pergi meninggalkan saya sendiri. Saya kangen sekali Huhuhu ..," Cerita Mbok Nah terisak.

Tuminah segera duduk disamping Mbok Nah sembari mengelus pundaknya. Menenangkan Mbok Nah dalam tangis.

"Anak Nenek? Marni maksudnya?" Tanya Andre terheran.

"Betul Nak. Marni itu nama anakku. Dan Luluk ini cucuku. Beberapa waktu yang lalu, Marni sudah tidak mau tinggal sama aku. Dia pergi sama suaminya tanpa mengajakku. Dia bawa Luluk. Sebenarnya tidak apa-apa, Aku cuma khawatir cucuku tidak terurus. Aku paham anakku tak begitu serius dalam mengurus anak." Cerita Mbok Nah tak kuasa memendam kesedihan.

"Bangkai! Asik jual diri! Anak sama orang tua gak diurus!" Kesal Andre dalam hati saat mengingat Marni.

Dia pamit keluar bentar. Segera menelpon Joko. 

"Halo Bro. Ada apa?" Tanya Joko dipenghujung telepon.

"Mertuamu sakit. Loe dimana? Suruh istri loe datang ke klinik dr Cantika sekarang!" Perintah Andre.

"Lah. Kok elu tau mertua gue? WA bini gue gak aktif Bro. Tolong elu bilangin ke dia. Elu kan tau tempat tinggal gue yang baru." Kata Joko.

"Elu telepon pakek panggilan biasa aja kalau WA nya gak aktif. Bini Lo gak ada dirumah dari tadi pagi. Anaknya ditinggal sendiri. Untung ketemu gue. Tadi dokter yang punya klinik share distory dia kalau ada nenek sakit yang dirawat tanpa ditemani keluarga. Nah anak loe tau kalau itu Mbahnya. Pas aku temukan. Nenek itu tadi juga tau kalau Luluk itu cucunya." Jelas Andre mengungkap ketidakbecusan Marni.

"Gila ya tuh perempuan kemana ya? Anak umur empat tahun ditinggal sendiri dari pagi. Lama-lama makin kurang ajar aja!" Gerutu Joko.

"Mangkanya elu didik benar-benar itu anak orang! Elu juga sih sibuk jajan perempuan diluar. Istri elu gak kau perhatikan. Nanti digondol orang baru tau rasa!" Andre seolah mengingatkan Joko dalam sindiran.

"Fuck Luh Bro! Biar cerewet gitu itu emaknya anakku! Jangan sampai pisah juga biar hubungan kami kayak sampah. Berantem mulu!" Joko mulai sedikit berprasangka.

"Ah yaudahlah! Elu jadi curhat! Dah gue tutup dulu!" Seru Andre sambil menutup teleponnya.

Sementara Marni lengah asyik berjalan-jalan dengan Baryono. Makan dirumah makan, Shoping, Beli perhiasan emas. Hingga tujuan yang terakhirnya dihotel. Saat mereka tengah melakukan hubungan intim yang terlarang itu, Tiba-tiba ponsel Marni berbunyi. 

Marni menyahut ponselnya. Dia melihat panggilan telepon dari suaminya.

"Ssuuuttt! Lepas dulu sayangku. Suami telepon!" Bisik Marni.

Baryono pun melepaskan permainan dengan gusar.

"Halo? Kamu dimana sekarang? Masih hidup? Lagi ngapain kamu heh? Pergi dari pagi, Anak ditinggal sendirian. Otakmu kamu taruh dimana?" Cerocos Joko.

"Heh! Kamu itu apa-apaan sih! Aku itu gak punya paketan Mas. Kamu mana pernah belikan aku paketan. Belikan beras pun jarang! Kalau kamu sebagai suami gak bisa nyukupi istri ya jangan seenaknya bentak-bentak! Aku itu lembur bod*h! Kalau gak lembur, Aku sama anakmu gak makan! Elu baru juga kerja udah bentak-bentak! Mana gajian lu! Kasih gue!" Cerocos Marni balik.

Mendengar Marni menyinggung soal uang, Sebagai suami, Joko pun segera menghindari konflik.

"Dasar perempuan yang dipikirkan cuma uang! Iya nanti kalau pulang tak tabok uang kau ya! Kalau sudah selesai kerja, Buruan keklinik dr Cantika. Ibuk sakit tuh dirawat disana! Luluk juga ada disana." 

"Loh kok bisa Luluk sampai sana?" 

Tuttt. Baryono menyahut ponsel Marni dan mematikannya. Terdengar suara ketukan pintu hotel dari luar.

Tok tok tok.

"Aku intip dari lubang kunci. Ada petugas kepolisian hendak melakukan razia. Cepat pakai pakaianmu! Kamu kabur lewat cendela!" Bisik Baryono panik.

"Hah! Apa?" Marni segera berganti pakaian dengan buru-buru.

Ia membawa tasnya dan berlari menuju cendela.

"Ya ampun! Ini tinggi loh sayang kan tingkat dua. Kalau terpeleset aku bisa mati." Protes Marni.

Baryono segera memaksa Marni turun dengan sedikit mendorong lalu ditutuplah cendela dengan rapat.

"Sialan!" Marni pun berusaha turun melalui sebuah pohon yang berhimpitan dengan teras tingkat hotel. Dia turun perlahan-lahan hingga sampai tiga meter diatas tanah.

"Aaaaa !!!" 

Brruuaaakkk.

BERSAMBUNG KE CERITA SELANJUTNYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PART 17

KARYA : INTAN CAHYA