Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

NOVEL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Part 13 - intancahya.com

Cerita keluarga - baca cerita sebelumnya

"Alhamdulillah Bunda Diffa positif hamil. Selamat ya Bun. Dijaga kesehatannya, Jangan terlalu capek." Jawab Dokter Cantika sembari memperlihatkan tespek dua garis ditangannya.

Diffarina pun menerimanya,

"Alhamdulillah." 

Setitik air mata menetes dari pelupuk mata Diffarina. Bi Siti, Ujang dan Tuminah pun tampak sangat gembira. Serentak mereka mengucapkan syukur. 

"Aldino sudah mau punya adik nih, Besok bibi bantuin momong Aldino kalau pekerjaan bibi sudah selesai." Kata Bi Siti semangat.

"Iya, Tuminah juga bisa bantu kok. Saya akan kerjakan tugas saya secepatnya, Supaya bisa bantu Nyonya Diffa juga. Biar gak capek-capek gitu." Tambah Tuminah.

"Sudah tidak perlu repot-repot, Saya sudah baikan kok Bi, Tum. Saya kan hanya menggaji kalian untuk pekerjaan rumah tangga, Bukan untuk merawat anak. Jangan melakukan yang lebih dari itu ya. Jatuhnya saya dosa, Memperkerjakan orang tidak sesuai akad." Kata Diffarina.

"Lah. Tidak apa-apa dong Nyonya. Namanya manusia juga saling membantu. Nyonya juga sering banget bantu kita disaat kita susah tanpa perhitungan. Kita yang bersyukur punya majikan yang baik hati." Terang Tuminah.

"Betul Nyonya. Kalau butuh apa-apa kami siap bantu. Tak peduli itu tugas kita apa bukan." Timpal Ujang.


intancahya novel keluarga
NOVEL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Part 13


Diffarina pun tersenyum dan berkata

"Aduh Bi Siti, Tuminah, Kang Ujang. Saya juga bersyukur mengenal kalian. Kalian sangat penyayang dan sangat bisa dipercaya. Semuanya sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Terimakasih atas semua kebaikan kalian." dr Cantika mengerutkan dahinya.

Seberuntung itukah mantan kekasihnya. Dia mendapatkan istri bag bidadari. Cantik luar dalam, Kaya raya bag putri raja. Dicintai dan disayangi oleh semua orang. Rasa sesak mengajarkan kepadanya bahwa harapannya bersama Edwin telah lama berakhir. Ia harus sadar diri bahwa Edwin sudah terlampau sukses dan bahagia dengan hidupnya. 

"Assalamualaikum, Mami." Ucap Edwin telah tiba.

Lalu dia segera merangkul Diffarina yang terbaring lemas. Sadar gerak-geriknya dilihat Cantika. Edwin melepaskan rangkulannya.

"Kamu kenapa ?" Tanya Edwin panik.

Diffarina pun menunjukkan tespek dua garis pada Edwin,

"Taraaa .."

Edwin tercengang, Dia pun merasakan kebahagiaan yang mendalam,

"Alhamdulillah, Istriku kamu mengandung zuriatku lagi, Aku akan segera carikan babby sister buat Aldino. Kamu tidak boleh kecapean sedikit pun!"

"Tidak apa-apa. Aldino masih bisa sama aku Pi." Ucap Diffarina.

"Tidak! Kamu fokus kesehatan kandunganmu!" Bantah Edwin tegas.

"Anak kita berkebutuhan khusus Pi. Adakah babby sister yang sanggup mengasuh dia?". Tanya dr Cantika.

"Bunda Diffa, Pak Edwin. Bolehkah saya menjadi babby sister Aldino?" Tanya dr Cantika yang mengagetkan semua orang.

Kembali pada sosok Mbok Nah. Wanita tua itu tiada henti menangisi Luluk. Dia bertekad mencari Luluk dengan menyusuri sepanjang jalan. Tiba-tiba

Bruugghh. Mbok Nah pingsan. 

Para warga yang menolongnya segera melarikannya ke UGD klinik praktek dr Cantika. Dirumah Edwin.

"Hah?" Semua terkejut mendengar pertanyaan dr Cantika.

"Maksudnya apa dok? Serius aku gak ngerti?" Tanya Edwin

Trruutt trruutt. Ponsel dr Cantika berbunyi

"Halo. Bu silahkan kembali ke klinik, Ada nenek yang pingsan. Dia tidak sadar. Tidak ada sanak keluarganya yang mengantar."

"Baik saya kesana sekarang." Tukas dr Cantika lalu mematikan ponsel.

"Sebentar ya. Saya ada panggilan dari klinik. Semuanya, Saya duluan. Terimakasih." Ujar dr Cantika dengan terburu-buru berlalu.

Bersambung ke cerita selanjutnya

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PART 14