Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

NOVEL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BEDA KASTA BEDA FASILITAS PART 11 - intancahya.com

CERITA KELUARGA lanjutan dari kisah sebelumnya

"Kalau luh kagak mau video perselingkuhan luh tersebar, Terus ketahuan suamimu. Luh kasih uang damai sama gue!" Ancam Andre. 

"Gila kamu ya! Kamu mau memeras aku? Gitu banget ya kamu sama istri teman!" Ucap Marni kesal.

"Istri teman yang penghianat. Pantesnya diapain ya? . Yaudah. Kalau gak mau gue gak maksa. Toh bukan gue yang butuh biar tuh video gak tersebar." Ujar Andre membalikkan badan untuk pergi.

"Ehh tunggu bodoh! Emang kamu mau berapa sih?" Tanya Marni panik.


novel intancahya
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

BACA JUGA : ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BEDA KASTA BEDA FASILITAS PART 2
Andre pun membalikkan badan sembari tersenyum,

"Kalau luh mau, Gue cuma butuh dua juta saja."

"Dua juta? Kalau gila jangan Bykebangetan dong! Baryono saja gak ngasih sampai segitu. Terus aku dapat darimana buat kamu peras kayak gitu?" Bantah Marni geregetan.

Srroott. Andre menyahut dompet yang dipegang Marni.

"Ehh. Jangan lancang kamu!" Elak Marni namun gagal, Karena dia belum memakai busana dan berlindung dibawah selimut.

Andre segera membuka dompet Marni, Terlihat ada banyak uang lembaran seratus ribuan disana. Lalu menggondol uang sebesar tiga juta rupiah. Dan menyisakan dua juta untuk dikembalikan. Pada saat itu juga Luluk memasuki kamar dengan wajah memelas. Pipinya bengkak sehabis dipukuli Marni karena tuduhan mencuri tadi. Tiba-tiba hati Andre merasa terketuk. Dia mengembalikan uang satu juta rupiah dan hanya membawa dua juta saja.

"Heh! Gue ambil secukupnya saja. Luh bawa berobat anak luh! Asal luh tau, Bukan dia yang nyolong, Bibik penjual toko salah orang. Lain kali jangan luh pukulin anak luh. Kasihan cuk! Dia itu manusia bukan binatang. Biarpun salah juga gak seharusnya luh pukulin kayak mukulin maling. Masih kecil dia itu!" Nasihat Andre.

"Halah, Sudah malak, Cerewet lagi. Buruan balikin dompetku!" Bantah Marni gusar.

Andre pun langsung melempar dompet tersebut kehadapan Marni.

"Awas luh ya! Sekali lagi gue tau luh nyakitin anak luh! Gue laporin luh ke polisi. Pasal penganiayaan anak sama pasal perselingkuhan. Gitu baru mampus luh!" Ancam Andre setelah itu berlalu.

"Sialan!". Balas Marni merutuki kesialannya.

Kembali pada kehidupan Edwin Diffarina. Dalam rumah mewah nan besarnya, Aldino begitu hiperaktif. Dia berlarian kesana kemari, Memanjat bufet, Menaiki tangga, Mainannya berserakan dimana-mana, Namun Diffarina tetap telaten mengikuti dan membimbingnya dengan penuh kesabaran. Dia sengaja tidak menyewa babby sister untuk Aldino. Karena mengetahui bahwa anaknya adalah anak istimewa yang tidak semua orang sanggup sabar dalam merawatnya. Tiba-tiba

"Hueek ." Diffarina serasa ingin muntah.

Kepalanya mulai pening, Pandangan matanya kabur. Dia pun merebahkan dirinya diatas shofa.

"Mama . Mama ayo atu atau maen!" Rengek Aldiano sambil menyeret tangan mamanya.

"Sebentar sayang, Hueekk." Ujar Diffarina memegang sembari memegang kepalanya yang kian pusing bercampur mual.

"Aahhh ayok!" Aldino terus merengek. Namun Diffarina masih tetap rebahan.

"Uhh ya dah." Pungkas Aldino melepaskan genggamannya pada Diffarina, Dia segera berlari kencang menyusuri rumah.

"Aldino berhenti! Tunggu Mama!" Teriak Diffarina sambil berusaha berjalan tertatih mengikuti Aldino.

Sementara Aldino berimajinasi mengendarai kuda dengan kencang. Tanpa ia sadari didepannya ada tangga turun. Diffarina yang menyadari anaknya dalam bahaya pun berlari sekuat tenaga. Namun apalahdaya dia kalah cepat dengan tingkah Aldino.

Bruugghhh.. ? Bersambung ke cerita selanjutnya

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BEDA KASTA BEDA FASILITAS PART 12


KARYA : INTAN CAHYA