Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

KISAH MISTERI MARAHNYA BANGSA LELEMBUT AKIBAT ULAH MANUSIA - intancahya.com

KISAH MISTIK - Hari demi hari, Bulan demi bulan, Tahun demi tahun berganti. Tak terasa sebuah daerah yang dulunya asri dengan hijau rimbun pepohonan berubah menjadi gedung-gedung pencakar langit bertengger, Perumahan berdempetan serta pabrik-pabrik besar berjajar. Sungai yang dulunya berair jernih dan tampak ikan-ikan berenang didalamnya. Kini telah berubah menjadi lebih sempit dengan air layaknya air comberan. Hitam pekat menggenang dengan sejuta sampah tampak berenang.

Sampai disuatu hari, Salah satu grup properti gencar melakukan promosi atas dibangunnya perumahan dengan nama Bumi Asri Pertiwi. Lahan yang dulunya adalah hutan dibabat habis guna dibangunnya perumahan, Pom Bengsin, Hotel, Tempat Wisata, Restoran serta ruko-ruko didalamnya. Dari promosi tersebut banyak orang yang membeli rumah atau menyewa ruko untuk usaha. Hutan yang dulunya sepi berubah menjadi ramai.

"Aaaaaaaaa .., " Teriak seorang anak didalam kamar mandi umum.

"Ada apa anakku?" Brok. Brok. Brok. Ibunya panik mengetok pintu.! Tak ada jawaban.

Akhirnya Ayahnya mendobraknya. Dilihatnya sang anak sudah pingsan. Kerumunan orang sekitar membantu menolong.

"Ya Allah kenapa anakku ini, Apa terpeleset?" Tanya Ibunya panik.

Setelah mendapati pertolongan pertama. Sang anak mulai siuman.

"Tolong .., Tolong .., Ada hantu dalam kamar mandi." Teriaknya ketakutan sambil memeluk Ibunya.

"Mana ada hantu ditempat keramaian begini? Cuma perasaan kamu aja lah." Bantah Ibunya.

"Firdo Ndak bohong Buk. Rambutnya panjang, Muka nya jelek penuh darah, Kukunya sangat panjang Buk. Huhuhuuuuhuuuuuu takut Buk, Ayo pulang!" Jelas anak itu sambil menangis.

"Masak sih Nak, Udahlah baca doa dulu! Biar hantunya kepanasan." Tenang Ibunya.

"Ibu kalau punya anak kecil jagain terus ya. Jangan sampai lepas pengawasan. Kemarin itu anak tetangga saya ada yang menghilang. Dicari kemana-mana tidak ketemu. Akhirnya lapor saptam. Dicarinya pakai anjing pelacak. Eh gak taunya, Ada diatas pohon asam. Mana tinggi pohonnya. Gak wajar kalau anak usia lima tahun bisa manjat setinggi itu." Ujar seorang pedagang Arum manis.

BACA JUGA : BANGSA LELEMBUT MENURUT CERITA RAKYAT INDONESIA DARI KISAH TANAH JAWA

 

MARAHNYA BANGSA LELEMBUT
MARAHNYA BANGSA LELEMBUT AKIBAT ULAH MANUSIA


"Aduh, Yang bener Pak. Masih ada cerita seperti itu. Bukannya itu cerita buat nakutin anak-anak jaman dulu." Si Ibu masih tidak percaya.

"Ya ampun Ibu. Saya sudah tua ngapain bohong, Beneran Bu. Tanya warga Bumi Asri deh. Sudah booming kemarin." Jelas Pak Pedagang.

"Oh yang kemarin malam ya? Iya itu anak Santoso, Teman kerja saya pak. Ngakunya diajak jalan-jalan, Dibawa terbang tau-tau ditinggalkan diatas pohon." Tambah Si Ayah.

"Nah iya, Betul seperti itu katanya." Tambah pedagang Arum Manis.

"Ihh ngeri juga loh Mas. Ayuk pulang yuk! Sebentar lagi magrib dah gelap."

Mereka pun beranjak pulang sebelum bersenang-senang.

"Astaghfirullah .., Sedihnya aku. Baru mateng sudah basi semua." Seorang penjual nasi menatap dagangannya dengan mata berkaca-kaca.

"Lohh . Kenapa rupanya daganganmu?" Tanya tetangga antar ruko (Penjual aksesoris) sambil mencium aroma masakan.

"Kok sudah bau Wak? Boleh aku cicip?" Tanyanya lagi sembari mencicipi sesendok lauk.

"Huueekkk." Sontak disemburkanlah makanan yang sudah masuk mulutnya.

"Gruk. Gruk. Gruk. Jangan jual Wak! Dah basi lah ini. Daripada bikin kecewa pembeli. Tapi anehnya semua jenis lauk dan nasi bisa basi berbarengan ya." Lanjutnya.

"Kau taulah Dik Nurma. Ini baru saja aku masak sudah basi. Sudah dua hari seperti ini, Tak balik modal lah aku." Cerita Si penjual nasi terisak.

"Yah gimana lagi Wak. Kau tau Wak, Si Erni penjual bakso yang ujung tu, Kemarin di damprat pembelinya. Baksonya banyak belatungnya." Bisik Penjual aksesoris.

"Lohh. Kok bisa gitu ya? Aku tiap hari jumpa dia beli daging segar ke pasar. Kita kan satu langganan jadi taulah aku. Kulihat dia juga beli bumbu-bumbu pun masih segar semua." Penjual nasi pun keheranan.

"Halah. Sebelas dua belas lah sama cerita kau Wak. Baru masak basi. Aku ceritain ya Wak. Kemarin malam itu. Aku kan ketiduran diruko. Tiba-tiba jualanku yang telpon-telponan itu loh bunyi sendiri. Kagetlah aku, Aku tengok tidak ada seorang pun. Makin takut akulah Wak jualan disini."Cerita penjualan aksesoris.

"Mau gimana lagi Dik. Udah terlanjur bayar sewa setahun masak langsung bubar jalan Nur?" Keduanya tampak bingung.

BACA JUGA : KISAH MISTERI ANAK INDIGO DAN TUMBAL PESUGIHAN

Begitulah peristiwa-peristiwa misteri yang kerap terjadi diarea perumahan dan taman bermain serta ruko Bumi Asri Pertiwi. Setiap hari ada saja kejadian yang melibatkan makhluk tak kasat mata.

Hingga lama-lama pemilik rumah satu persatu mulai menjual kembali rumah yang baru mereka beli. Namun sudah tersebarnya kisah misteri yang kerap terjadi disana membuat para pembeli enggan tuk membeli. Beberapa orang terpaksa tetap tinggal disana karena tak punya tempat tinggal lagi.

Menurunnya minat pembeli perumahan, Penyewaan ruko serta pengunjung tempat bermain membuat Bumi Asri Pertiwi nyaris seperti perumahan mati. Kepala pemasaran perumahan pun segera menyelenggarakan rapat untuk mencari solusinya.

"Aaaaaaaaa iihihihihiihi ..," Teriak salah satu sales dengan suara dan ekspresi lain dari biasanya.

Para anggota dalam rapat pun terkejut.

"Dasar . Manusia serakah! Tamak! Selalu bikin kerusakan dimuka bumi!" Bentaknya entah ditujukan pada siapa.

Sadar rekan kerjanya kesurupan. Yang lain pun menepi ketakutan. Berbagai doa mereka panjatkan agar rekannya kembali tak kesurupan.

"Rita. Ritaa .., Sadar Rit. Istighfar," Kepala Marketing mendekati dengan menepuk pundaknya.

"Kau yang seharusnya istighfar bodoh!" Bentaknya sembari menepis tangan Kepala Marketing.

"Kalian tebang hutan, Kalian bangun segala macam rupa demi keuntungan kalian sehingga kami dan para binatang kehilangan tempat tinggal. Tak cukup disitu. Kalian kotori lingkungan kami dengan buang sampah sembarangan. Bumi semakin panas, Sungai pun jadi kotor." Lanjutnya mengomel.

"Aku dan kawan-kawan ku marah. Aku tidak terima dengan perbuatan kalian yang merusak alam! Kalian ramai-ramai demi kesenangan, Menganggu istirah kami! Pergi dan ajak semua orang di perumahan ini! Jika tidak segera pergi, Aku kasih perhitungan kepada kalian dengan yang lebih parah!" Ujarnya penuh amarah.

“Maafkan kami. Beri kami waktu untuk menyelesaikan semuanya.” Kata seluruh orang dalam kantor.

Keadaan semakin tak terkendali. Kesurupan masal terjadi pada area perumahan beserta sekolah menengah atas yang terletak disana. Mereka berteiak serempak ingin semua orang pergi dari habitat mereka.

Datanglah Mbah Sholeh , Yang diundang oleh Pak saptam. Beliau ialah ahli spiritual. Setelah beberapa menit beliau berinteraksi dengan para makhluk tak kasat mata. Akhirnya permasalahan menemui titik terang. Semua orang yang kesurupan berhasil sadar seperti sedia kala.

Mbah Sholeh pun memberi nasihat pada seluruh masyarakat,

“Para masyarakat Bumi Asri Petiwi yang saya hormati. Beserta pembangun yang hadir. Sedikit masukan dari saya. Tuhan semesta raya menciptakan alam ini tidak hanya manusia saja yang tinggal didalamnya. Tetapi ada juga binatang, Bangsa Jin atau lelembut. Sebagai sesama makhluk Tuhan hendaknya saling menghargai dalam arti jagalah alam sebagai tempat dan sumber kehidupan kalian bersama. Jagalah kelestariannya, Jagalah kebersihan, Jagalah adab dan junjunglah budi pekerti yang luhur. Setelah ini buatlah selamatan bersama. Inshaallah kedepannya semua akan baik-baik saja tanpa kalian harus meninggalkan tempat ini”



KARYA : INTAN CAHYA