Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

KISAH MISTERI ARWAH KORBAN BEGAL MENCARI KEADILAN - intancahya.com

KISAH HORORDimalam yang gelap. Suara gemericik air sungai memecah keheningan. Sungai besar mengalir dipinggir jalan, Kanan kirinya dipenuhi semak belukar menjadi saksi bisu tempat dibuangnya jasad para korban begal. Daerah tersebut sebenarnya masih sangat asri, Pohon-pohon besar tumbuh subur dikaki pegunungan. Udara sejuk bebas dari berbagai polusi. Mengingat daya tarik keindahan alamnya laksana surga tersembunyi dari khalayak ramai, Akhirnya dibangunlah beberapa destinasi wisata disana

Seiring berjalannya waktu, Semakin banyak pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan karya Tuhan yang terletak dikaki gunung tersebut. Wahana permainan anak dan berbagai sajian kuliner juga tersedia disana. Penjual dari berbagai daerah berdatangan untuk berjualan dilapak-lapak pasar yang juga dibangun guna pusat oleh-oleh.

Sayangnya selain menyediakan lapangan pekerjaan, Ternyata dibeberapa titik yang masih sepi justru dipakai sarang penjahat untuk mengincar mangsanya, Sekumpulan preman dari daerah lain pun ikut berdatangan. Ada yang sebagai pencopet, Penipu, Bahkan pembegal kendaraan. "Bos. Motornya kemarin. Sudah saya jual dipasar gelap. Platnya sudah saya copot. Lumayan Vario CBS tahun dua ribu empat belas, Laku tiga juta."

Info seorang pembegal bernama Heri sembari menyetorkan uang hasil pembegalannya kepada Bosnya. Jack menerima uang tersebut lalu menghitungnya,

BACA JUGA : KISAH MISTERI PESUGIHAN NYI BLORONG KAYA MENDADAK DENGAN MENUMBALKAN ANAK


KISAH MISTERI intancahya
kisah misteri arwah korban begal mencari keadilan


"Bagus. Ini satu juta buat kamu, Satu juta buat kawan begalmu, Nandro, Satu jutanya saya ambil." Kata Jack setelah membagi uang haram tersebut.

Heri menerima dengan senyuman gembira, Sudah setahun dia menjalani pekerjaan laknat ini setelah sekian lama menganggur. Perlahan utang-utangnya yang segunung dapat terlunasi juga.

"Heh. Jangan senang dulu! Bagaimana dengan kondisi yang punya motor? Apakah sudah beres? Jangan sampai meninggalkan jejak tau!" Cecar Jack.

"Tenang saja Bos. Motor ini dibawa gadis remaja, Jadi sekali duakali saya sabet clurit langsung tewas ditempat. Bangkainya seperti biasa, Langsung kami buang kesungai." Jelas Heri dengan lega.

"Ya sudah. Kamu boleh pergi nyari mangsa lagi. Jangan takut jika mangsa melawan. Kalaupun kamu atau Nandro yang terbunuh. Itu mangsa bakal jadi tersangka dimata hukum, Hahaha." Ujar Jack bangga.

"Hahaha. Hukum yang mana ya Bos? Kalau hukum alam sih kalau tidak membunuh ya dibunuh." Tanya Heri yang linglung akibat mabuk.

"Bodoh! Gak pernah baca berita kau! Ah sudahlah pergi sana! Nandro sudah menunggumu disana." Bentak Jack.

Heri pun segera pergi menyusul Nandro yang sudah menunggu mangsa dipersimpangan. Sesampainya Heri memberi uang bagi hasil pembegalan pada Nandro.

"Sial Her! Dari tadi tidak ada orang lewat." Ujar Nandro sembari merokok.

"Masak semua orang sudah tahu Ndro kalau jalanan sini rawan begal?" Heri balik bertanya.

"Gak tau lah! Kalaupun tau kenapa tidak ada yang melapor? Tapi ya jangan sampai ada yang melapor deh. Syukurlah dua tahun jadi begal, Aman-aman saja. Mangsa yang kubuang disungai pun tidak pernah ditemukan." Kata Nandro menenangkan diri.

"Eh Bro lihat! Ada mangsa perempuan, Sasaran empuk ini." Seru Heri sambil menunjuk kearah mangsanya.

Dari arah kiri terlihat seorang wanita mengendarai motor.

"Cepat. Pepet!" Instruksi Nandro sebagai pembegal yang lebih senior.

Setelah siap siaga mereka pun berboncengan. Heri segera menyerempet motor mangsanya hingga terjatuh. Lalu dikeluarkanlah celuritnya untuk menghabisi nyawa mangsanya.

Ssrrrt. Jlebbb. Celurit tersebut menancap bagian jantung mangsanya.

Xixixixixixixi geli Bang, Xixixixixixixi." Kata wanita tersebut cekikikan.

Heri dan Nandro pun melongo melihat mangsa yang ia bacok tidak merasakan sakit atau keluar darah sedikit pun. Tak mau menyerah, Nandro mengeluarkan pedang dan langsung menggerakkannya untuk memenggal kepala wanita tersebut.

Prraanggg. Pedang itupun jatuh keaspal. Padahal Nandro telah mengarahkan tepat pada leher wanita itu.

"Xixixixixixixi ...," Wanita tersebut terus tertawa nyaring.

 Sementara Heri dan Nandro saling menatap satu sama lain. Perasaan takut, Bingung, Gelisah, Bercampur aduk menjadi satu. Tiba-tiba mereka baru menyadari bahwa helm, Setelan pakaian, Sepatu yang dipakai wanita tersebut sama persis dengan yang dipakai wanita yang mereka begal dan bunuh kemarin. Bahkan postur tubuhnya sama persis.

"Ti.. ti.. tidak mungkin." Kata Heri dan Nandro berjalan mundur menjauh tiga langkah.

Sontak mereka balik badan dan mencoba berlari. Tiba-tiba seketika wanita tersebut muncul dihadapan mereka. Mereka mencoba berlari kearah lain, Tapi wanita tersebut langsung muncul dihadapan mereka lagi. Bahkan wujudnya menjadi banyak dan berdiri melingkar mengelilingi kedua orang yang telah membunuhnya.

"Aaaaaaaaaaaa!!!!" Teriak Heri dan Nandro.

Mereka merasakan kram sekujur tubuh. Sehingga tidak bisa bergerak sama sekali. Mereka berteriak meminta ampun dalam kepasrahan. Wanita itu membuka helmnya,

Bruggh. Kepalanya terjatuh diatas aspal. Memang kemarin Heri membacok kepalanya hingga putus. Namun kepala tersebut berubah bertahap menjadi lebih besar dan semakin besar. Melebihi besarnya tubuh pria dihadapannya. Mulutnya terbuka lebar, Lidahnya menjulur panjang lalu melilit tubuh Heri dan Nandro kuat-kuat. Mereka pun muntah darah, Sekujur tubuh mereka mulai membiru akibat sesak.

Tak cukup dililit dengan lidah, Kemudian potongan kepala besar itu memasukkan kedua begal tersebut kedalam mulutnya. Dilumatlah lalu dimuntahkan hingga menjadi beberapa potong bagian. Mereka pun meregang nyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Wanita tersebut kembali kekondisi semua lantas menghilang.

Keesokan harinya jasad mereka sudah dikerumuni banyak orang. Beberapa polisi telah berada di TKP. Dugaan sementara mereka terbunuh setelah mengalami kekerasan dari kedua senjata tajam yang ditemukan berada didekat mereka. Mendengar informasi bahwa kedua anak buahnya tewas. Jack pun mulai tak tenang. Terlebih saat polisi memeriksa ponsel Nandro yang diletakkan dijok motor. Otomatis semua chat diantara mereka terbongkar. Tanpa pikir panjang, Dia bertekad melarikan diri.

Sayangnya niatnya melarikan diri tidak semulus yang ia rencanakan. Arwah korban begal menghantuinya, Berwujud wanita tanpa kepala. Sampai pada saatnya segerombol polisi melacak keberadaannya dan menemukannya. Namun Jack tidak menyerah, Berbekal pistol yang dia bawa, Dia pun melarikan diri sembari mengancam menembak balik anggota polisi.

BACA JUGA : ANDA HARUS TAU! ARWAH, ROH, SUKMA DAN RAGA?

Naasnya, Pandangan matanya dikelabui oleh arwah korban pembegalan anak buahya kemarin. Sampai disuatu tempat, Sungai besar tempat pembuangan para korban begal tampak seperti jalan biasa. Dia menoleh kebelakang anggota polisi berhenti melangkah. Dia tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk terus melarikan diri.

Jebuurrrrr. Terjeburlah Jack kedalam sungai yang dianggapnya jalan tadi. Dia langsung tenggelam dan disambut dengan serangan sejumlah arwah korban begal lainnya yang telah mendahuluinya. Tak berselang lama, Mayat Jack mengambang. Sedangkan para anggota polisi bersaksi bahwa Jack sengaja menceburkan diri kesungai agar terhindar dari petugas.

Paska kematian tiga begal tersebut, Semua arwah korban begal ikhlas menerima takdirnya. Mereka siap melanjutkan perjalanan menuju Sang Penciptanya.

"Tak selamanya keadilan bisa kita dapatkan didunia, Terkadang keadilan baru terwujud saat manusia telah tiada. Entah cepat atau lambat tapi pasti terjadi." Begitu kata salah satu dari mereka.


KARYA : INTANCAHYA