Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

KISAH MISTERI TERSANTETNYA WANITA PENGGODA SUAMIKU - intancahya.com

KISAH MISTIK - TERSANTETNYA WANITA PENGGODA SUAMIKU  Namaku Yati Puji Astuti. Istri dari Muhammad Yunus, Seorang pemborong terkenal didaerah kami. Memasuki usia pernikahan yang ke tujuh tahun kami dikaruniai tiga orang anak.Yang pertama berusia enam tahun, Yang kedua berusia tiga tahun, Yang terakhir berusia satu setengah tahun. 

Meskipun ekonomi kami membaik namun aku masih berpenampilan sangat sederhana. Aku hanyalah ibu rumahtangga biasa. Aku mengasuh ketiga anakku beserta mengerjakan seluruh pekerjaan rumah sendiri tanpa bantuan asisten rumahtangga. Makhlum kesuksesan yang diraih Mas Yunus baru tercapai dua tahun terakhir ini.

Dulu Mas Yunus hanyalah seorang kuli. Ditahun 2014 gajinya hanya tujuh puluh ribu rupiah perhari. Aku pun membantunya mencari nafkah dengan membuat kue lalu menjajankannya keliling memakai sepeda ontel sembari menggendong anakku yang kedua. Disetiap malam aku berdoa agar keluarga kami senantiasa dalam keimanan, Diberi kesehatan, Kelancaran rezeki dan keselamatan.

Setelah jatuh bangun kami lewati bersama. Pekerjaan Mas Yunus berkembang. Dari Kuli menjadi tukang, Lalu menjadi mandor proyek. Karena kejujurannya, Ada sahabatnya yang memodalinya agar mencoba menjadi pemborong. Alhamdulillah sukses.Sejak saat itu dia melarangku untuk berjualan kue. Aku pun menyetujuinya karena pengahasilannya sudah lumayan besar. Sehingga kami bisa membeli rumah dan mobil baru.

BACA JUGA : MAKSUD DARI SANTET DAN CARA PENANGKAL SANTET

KISAH MISTERI INTAN CAHYA
 TERSANTETNYA WANITA PENGGODA SUAMIKU

Dring dring. 
Sebuah pesan WA masuk ke ponsel Mas Yunus saat ponselnya dipakai anakku melihat youtube.
Aku yang menjaga anakku pun tak sengaja aku membacanya.

“Bebeb. Punya mobil baru nih. Mau dong diajak jalan hehe.”

Aku mulai penasaran dan membuka chat mereka. Sebuah foto profil wanita berbody sintal dengan efek kecantikan terpapang yang kontaknya dinamai Mak Ronggeng oleh suamiku.

“Bebeb. Terimakasih ya tadi sudah diajak ngopi bareng. Terimaksih juga sudah mendengarkan keluh kesahku selama ini. Uncchh jadi makin nyaman sama kamu.” Ketiknya diikuti animasi kiss.

“Sama-sama Yolanda. Kok nyamannya sama aku?, Nyaman sama suamimu ajalah hehe.”Balas Mas Yunus.

“Hihh ..., Suamiku itu jarang perhatian, Jarang kasih uang belanja. Pokoknya kamu yang idaman!” Gombal wanita tersebut.

“Buang sajalah suami kayak gitu. Pumpung masih muda menikah lagi. Cari yang perhatian, Tanggungjawab dan bisa bahagiakan kamu.” Ujar Mas Yunus.

“Emm bebeb. Yang bisa bahagiakan aku cuma kamu seorang. Aku juga mau jadi istri keduamu mas. Hahaha!” Balasnya genit.

Cukup. Rasanya hatiku lumayan panas membaca chat mereka. Setelah itu aku berterus terang kepada Mas Yunus bahwa aku tidak nyaman dengan hubungan mereka.. 

“Aku sama Yolanda hanya sebatas berteman, Gak lebih. Lagi pula dia sudah bersuami.” Kata Mas Yunus meyakinkanku.“Tapi sikapnya ke kamu tidak mencerminkan kalau dia setia sama pasangannya!” Bantahku.dikalangan pertemanan.”

Aku terdiam. Aku memberi kesempatan apakah hubungan mereka pantas disebut teman. Namun ternyata tidak seperti pertemanan biasanya,Lebih pada teman dekat. Akhirnya aku memberanikan diri untuk menghubungi wanita tersebut dan menanyakan segala keraguanku akan pertemanan mereka. Tidak kusangka aku mendapat jawaban monohok darinya.

“Waduh istri syah bertanya, Penggoda menjawab! Hahaha. Mbak istri syah yang baik hati berfokuslah menjaga ayam yang anda punya, Jangan berfokus mengejar malingnya. Atau ayam anda akan dicuri maling lainnya!”

Besoknya Mas Yunus menegurku. Mengatakan bahwa perbuatanku menghubungi Yolanda adalah malu-maluin. Rupanya penggoda tersebut mengadu pada suamiku. Lalu aku menyaksikan bahwa aksinya menggoda suamiku semakin menjadi. Bahkan saat suamiku tidak meresponnnya, Dia tidak segan menghampiri ketempat bekerja.

baca juga : kisah mesteri anak indigo dan tumbal pesugihan

Cukup!. Perempuan tersebut membuatku habis kesabaran. Sebuah luka tak berdarah mengangga dalam dada. Meskipun Mas Yunus sudah jarang merespon rayuannya namun tekadku untuk memberinya pelajaran sudah bulat. Aku yang berusaha mati-matian membantu Mas Yunus sukses dari nol dan kini dia datang tanpa ku undang dengan maksud ikut menikmati buah dari apa yang kutanam tanpa seizinku. 

Mana mungkin aku menerima kehadiran perempuan jalang tersebut. Kini aku dalam dilema. Bila aku melawannya, Mas Yunus pasti marah. Namun bila aku diam pun hatiku semakin dijajah. Akhirnya terbesit niatku untuk menghancurkannya dalam diam. Hasil dari penyelidikanku selama ini telah membuatku tau siapa nama lengkapnya, Alamatnya, Foto terbarunya.

Tiba saatnya aku meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan suami. Aku pulang menuju  kampung halamanku. Letakknya tidak jauh dari Alas Purwo, Banyuwangi. Amarah telah menguasai diriku. Ditenangkanlah aku oleh Mbah Sekartaji. Wanita paruhbaya itu adalah sahabat almarhum ibuku. Beliau menganggapku seperti anak sendiri. 

Oleh karenanya aku menceritakan semua yang kualami beserta niatku tuk menghabisi Yolanda. Mengingat Mbah Sekartaji sangat terkenal dengan kemampuan ilmu supranaturalnya sampai keluar pulau. Beliau pasti bisa membantuku. Berapapun maharnya pasti aku penuhi.

“Alangkah lebih baiknya kau memilih sabar dan menyerahkannya pada Sang Hyang Pangeran. Jika kau memilih membalas maka aku tak meminta mahar sepeserpun. Cukup siapkan jerami, Kain kafan satu meter, Tanah kuburan, Identitas dan foto target.” Kata Mbah Sekartaji.

Aku segera memenui persyaratannya. Digaraplah perempuan ganjen itu. Jerami dibentuk layaknya boneka manusia yang dibungkus kain kafan tiga lembar. Mbah Sekartaji memantra-mantrainya lalu terdengar suara ledakan yang amat dahsyat. Pada alat semacam kaca benggala milik Mbah Sekartaji terlihat Yolanda meregang nyawa.

BACA JUGA : NGERI! CIRI ORANG YANG JADI TARGET TUMBAL PESUGIHAN, SIMAK JUGA PENANGKALNYA

“Mama. Mama. Bangun! Adik menangis.” Kudengar suara anakku membangunkanku.

 Sialnya yang barusan hanyalah mimpi. Aku segera mengurus bayiku dan bertanya,

“Kemana ayah pergi?”

Anaku menjawab, ”sedang takziah kerumah tante Yolanda. Teman ayah yang barusan meninggal karena kecelakaan.”

Degg. Betapa terkejutnya aku mendengarnya. Aku segera membuka ponsel suamiku yang ketinggalan.
Teryata benar Yolanda meninggal dunia di TKP. Beritanya sudah tersebar.

“Innalilahi wa inna illahi roji’un. Ya Allah aku tadi hanya bermimpi hendak menyantetnya.
Teryata Engkau telah mengambilnya sebelum aku mengotori tanganku untuk menyantetnya. Ya Allah ampunilah dosaku dan dosanya. Terimalah dia disisiMu.”

KARYA : INTAN CAHYA